Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisa Untung Besar, Begini Cara Budidaya Kedelai Jepang atau Edamame

Kompas.com - 04/10/2022, 11:58 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Persiapan benih

Pemilihan benih kedelai Jepang harus diperhatikan dengan baik. Pasalnya tanaman ini merupakan jenis baru yang belum banyak ada dipasaran.

Pastikan membeli benih yang bersertifikat dari toko pertanian yang terpercaya. Pemilihan benih yang tepat akan menghasilkan panen kedelai Jepang yang melimpah.

Baca juga: 7 Cara Menanam Kedelai agar Produktivitas Tinggi

Penanaman

Setelah pengolahan lahan dan persiapan bibit selesai, sekarang saatnya menanam kedelai Jepang. Cara menanam kedelai Jepang tidak berbeda jauh dengan menanam kedelai lokal. Berikut ini langkah-langkahnya:

Ilustrasi edamame yang sudah dikupas. SHUTTERSTOCK/MICHAEL COCITA Ilustrasi edamame yang sudah dikupas.

  1. Buatlah lubang tanam pada bedengan menggunakan tugal atau kayu sedalam 2-5 cm.
  2. Berilah jarak 10 x 20 cm atau 15 x 25 antar lubang tanam.
  3. Masukan benih kedelai Jepang ke dalam lubang, cukup 1 setiap lubang
  4. Tutup lubang dengan tanah
  5. Siram secara rutin

Pemeliharaan

Tanaman kedelai Jepang akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan polong yang banyak apabila dipelihara dengan baik. Pemeliharaan tanaman ini meliputi; pemupukan, pembersihan gulma, penyiraman, dan pengendalian hama penyakit.

Baca juga: 5 Penyakit Tanaman Kedelai yang Disebabkan Jamur, Bakteri, dan Virus

Panen

Tanaman kedelai Jepang dapat dipanen dalam waktu singkat. Pada umur 60-65 hari setelah tanam.

Kedelai Jepang yang berwarna hijau sudah dapat dipanen. Panen dapat dilakukan setiap dua hari sekali.

Namun apabila ingin memanen kedelai Jepang yang sudah masak semuanya, panen dapat dilakukan pada umur 90-100 hari setelah tanam.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau