Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali Gejala dan Cara Mengendalikan Karat Daun Kedelai

Kompas.com, 12 Oktober 2022, 19:30 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penurunan produksi panen tanaman kedelai dipengaruhi oleh banyak Faktor. Salah satu faktor yang menyebabkan produksi kedelai turun yaitu serangan patogen penyebab penyakit tanaman kedelai.

Ada banyak jenis penyakit yang menyerang tanaman ini, salah satu yang paling merugikan yaitu karat daun. Oleh sebab itu, pemahaman tentang cara pengendalian karat daun kedelai perlu diketahui setiap petani.

Baca juga: 6 Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai yang Patut Diwaspadai

Gejala karat daun kedelai

Serangan penyakit karat daun apabila dibiarkan, bukan saja dapat menyebabkan penurunan hasil, bahkan pada tingkat yang parah dapat menyebabkan kegagalan panen. Penyakit karat daun pada tanaman kedelai disebabkan oleh cendawan Phakopsora pachyrhizi.

Ilustrasi tanaman yang terkena penyakit karat daun. SHUTTERSTOCK/JGADE Ilustrasi tanaman yang terkena penyakit karat daun.

Cendawan Phakopsora pachyrhizi menyebar dengan bantuan angin dan aktivitas manusia. Tanaman kedelai yang terserang penyakit ini akan menunjukan gejala seperti muncul bintik-bintik kuning pada daun yang lama kelamaan akan menjadi coklat dan menyebar keseluruh daun kedelai.

Daun yang sudah tertutup oleh bintik-bintik penyakit karat daun akan terganggu proses fotosintesisnya. Hal ini akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai terganggu, karena tidak dapat memproduksi makanan.

Baca juga: 4 Pemeliharaan Tanaman Kedelai agar Bebas Hama dan Panennya Melimpah

Cara mengendalikan karat daun kedelai

Mengingat berbahayanya penyakit karat daun pada kedelai, maka pengendalian penyakit ini harus dilakukan sedini mungkin. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (12/10/2022), berikut cara mengendalikan karat daun kedelai yang efektif.

1. Pemilihan varietas tahan

Pemilihan varietas tanaman kedelai yang tahan terhadap serangan penyakit karat daun, merupakan langkah pencegahan awal yang harus dilakukan. Varietas tahan memiliki keunggulan khusus dari segi genetiknya, karena memiliki antibodi alami.

Penggunaan varietas tahan dapat mengendalikan risiko kegagalan karena serangan karat daun sampai 36%. Sedangkan pada varietas biasa risiko kegagalan dapat mencapai 86%.

Baca juga: 5 Varietas Tanaman Kedelai Unggul di Indonesia, Apa Saja?

2. Perendaman benih

Penyakit yang menyerang tanaman kedelai dapat berasal dari induknya. Penyakit tersebut terbawa dalam benih yang ditanam.

Ilustrasi Kacang KedelaiDok. Pixabay / User1737576 Ilustrasi Kacang Kedelai

Pencegahan penurunan penyakit karat daun kedelai dari induknya dapat dicegah dengan perendaman benih. Benih direndam dengan fungisida berbahan aktif seperti mankozeb selama 30 menit.

3. Jarak tanam

Cara mengendalikan karat daun kedelai selanjutnya yaitu penentuan jarak tanam. Penentuan jarak tanam sangat mempengaruhi tingkat serangan dan penyebaran penyakit karat daun.

Jarak tanam yang semakin rapat menyebabkan tingkat kelembapan tinggi. Kondisi seperti ini sangat disukai oleh cendawan Phakopsora pachyrhizi. Jarak tanam kedelai yang dianjurkan yaitu 40 x 20 cm atau 40 x 25 cm.

Baca juga: Budidaya Tanaman Kedelai Lokal yang Benar agar Panennya Melimpah

4. Sanitasi lahan

Penyebaran penyakit karat daun dapat melalui tanaman inang yang tumbuh disekitar tanaman kedelai. Rumput liar yang tumbuh dapat menjadi tanaman inang karat daun.

Oleh karena itu, sanitasi lahan harus sering dilakukan. Sanitasi lahan yang dapat dilakukan seperti mencabut dan membuang rumput liar di luar lahan penanaman.

5. Penyemprotan fungisida

Apabila langkah pencegahan penyakit karat daun yang dilakukan belum membuahkan hasil, maka cara terakhir yang bisa dipilih yaitu menyemprotkan fungisida.

Jenis fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan karat daun yang memiliki bahan aktif seperti mankozeb, klorotalonil, propineb dan methylation. Lakukan penyemprotan fungisida sesuai dosis yang disarankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau