Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Timun agar Berbuah Lebat

Kompas.com - 25/10/2022, 16:12 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Kemudian, pasang mulsa di atas bedengan kemudian buat lubang tanam. Berikutnya, taburkan pupuk organik di setiap lubang tanam.

Penanaman

Cara menanam timun dilakukan dengan meletakkan bibit pada lubang tanam. Setelah itu, tutup lubang tanam dan padatkan tanah yang ada di sekitar batang tanaman.

Ilustrasi mentimun, budidaya mentimun. SHUTTERSTOCK/PHOTO WIN1 Ilustrasi mentimun, budidaya mentimun.

Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman timun sebenarnya tidak berbeda jauh dengan budidaya tanaman lain. Beberapa kegiatan pemeliharaan yang diperlukan, antara lain;

1. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan dua kali. Pemupukan dilakukan dengan cara pengocoran apabila curah hujan sedang kurang. Jenis pupuk yang diberikan, antara lain; Urea, ZA, KCl, dan pupuk kandang.

Baca juga: 3 Langkah Pemupukan Berimbang untuk Cegah Gagal Panen

2. Pemasangan ajir

Ajir atau rambatan dipasang pada 4-5 hari setelah bibit ditanam. Ajir berguna sebagai tempat tanaman timun merambat sekaligus menopang batang tanaman agar tumbuh tegak.

3. Perompesan

Kegiatan ini dilakukan untuk membuat bunga, daun, atau cabang air. Pembuangan bunga dilakukan terhadap bunga yang ada di ruas ketiga dari bawah, bunga jantan, dan buku yang memiliki lebih dari satu buah. Sementara itu, bunga sehat dibiarkan tumbuh.

Pembuangan daun dilakukan ketika tanaman berumur 1,5-2 bulan. Sementara itu, pembuangan cabang air dilakukan untuk menghilangkan tunas atau kuncup daun yang tumbuh di ketiak daun.

4. Pengairan

Di awal pertumbuhan, penyiraman tanaman timun dilakukan setiap pagi dan sore. Selanjutnya, penyiraman dilakukan saat tanaman memerlukan air.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau