Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kapulaga yang Benar agar Bisa Panen Sepanjang Tahun

Kompas.com - 13/11/2022, 10:52 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Setelah 15 hari, tambahkan pupuk organik pada tanah galian, lalu masukkan kembali ke lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya.

Menanam kapulaga

Kapulaga sebaiknya ditanam di bawah naungan. Tanaman penaung yang biasa digunakan yaitu lamtoro atau dadap dengan perbandingan 1:2. Artinya, 1 tanaman penaung dan 2 tanaman kapulaga.

Cara menanam kapulaga yaitu dengan meletakkan bibit ke ke dalam lubang tanam. Setelah itu tutup lubang tanam menggunakan tanah. Pastikan tunas kapulaga tidak terganggu agar bisa tumbuh dengan baik.

Baca juga: Cara Menanam Kencur yang Benar agar Hasilnya Melimpah

Perawatan tanaman

Agar tanaman ini tumbuh dengan baik, maka perlu pemeliharaan yang rutin. Beberapa kegiatan perawatan tanaman kapulaga, antara lain;

Rempah kapulagaPixabay/Scym Rempah kapulaga

  1. Pengendalian gulma yang tumbuh disekitar tanaman dan penggemburan di luar rumpung untuk mempercepat pertumbuhan anakan rimpang.
  2. Pemotongan daun kering.
  3. Pemotongan batang yang sudah tua dan kuning.
  4. Mengatur pertumbuhan anakan agar tidak tumpang tindih.
  5. Memasang mulsa organik dari tanaman leguminosa.
  6. Pemupukan susulan.
  7. Pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Baca juga: Kaya Manfaat, Ini 6 Cara Menanam Serai

Pemanenan

Tanaman kapulaga umumnya bisa dipanen setelah berumur 2 sampai 3 tahun. Sementara itu, waktu pemanenan selanjutnya bisa dilakukan sepanjang tahun.

Pemanenan dilakukan saat buah sudah berwarna hijau kekuningan dengan cara memotong karangan bunga di bawah dompolan buah. Tanaman ini memiliki umur produktif cukup lama yaitu sekitar 1- sampai 15 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau