Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Budidaya Tanaman Nanas yang Benar supaya Panennya Melimpah

Kompas.com, 16 November 2022, 13:43 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Nanas merupakan buah tropis yang sangat cocok dibudidayakan di Indonesia. Buah nanas enak dimakan secara langsung maupun dibuat menjadi olahan seperti selai ataupun keripik nanas.

Selain rasanya yang enak, buah nanas juga mengandung vitamin C yang baik untuk kesehatan. Tak hanya, buah nanas juga memiliki kandungan enzim bromelain yang berguna untuk melunakkan daging.

Manfaat dan kegunaan yang beragam, membuat nilai ekonomis dari buah nanas sangat bagus. Oleh sebab itu, budidaya tanaman nanas merupakan salah satu usaha di pertanian yang menguntungkan.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Nanas di Pekarangan Rumah

Tak hanya menguntungkan, menanam dan merawat tanaman nanas juga tidak sulit. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (16/11/2022), berikut penjelasan seputar cara budidaya tanaman nanas yang benar.

Ilustrasi nanas, buah nanas. PIXABAY/MATTHIAS BOECKEL Ilustrasi nanas, buah nanas.

Pembibitan

Keberhasilan budidaya nanas sangat dipengaruhi oleh bibit yang gunakan. Oleh sebab itu, bibit yang digunakan harus unggul dan terhindar dari hama dan penyakit.

Pembibitan nanas secara umum dilakukan dengan cara vegetatif yakni dengan menggunakan mahkota buah dan stek batang. Cara vegetatif dipilih karena proses pembibitan yang cepat dan memiliki karakteristik unggul sama seperti induknya.

Baca juga: Manfaat dan Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kulit Nanas

Persiapan lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam nanas, harus disiapkan terlebih dahulu. Berikut ini langkah-langkah persiapan lahan yang harus dilakukan:

  1. Bersihkan lahan dari bebatuan, ranting pohon, dan rumput liar.
  2. Gemburkan lahan menggunakan cangkul maupun traktor.
  3. Buat parit dengan lebar 20 sampai 30 cm dengan tinggi 20 hingga 25 cm.
  4. Atur jarak antar parit 30 hingga 40 untuk saluran irigasi.
  5. Berikan pupuk kandang sebanyak 20 sampai 40 ton/ha sebagai pupuk dasar.

Cara menanam

Cara menanam nanas cukup mudah, setelah bibit dan persiapan lahan telah selesai. Buatlah lubang tanam dan masukan bibit nanas pada lubang, kemudian tutup lubang dengan tanah.

Baca juga: Tidak Sulit, Ini Cara Menanam Sirsak agar Berbuah Banyak

Pemeliharaan tanaman

Langkah budidaya tanaman nanas yang tidak boleh dilewatkan yaitu perawatan tanaman. Pemeliharaan yang maksimal akan menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Ilustrasi nanas, buah nanas.PIXABAY/CHUKS EZEILO Ilustrasi nanas, buah nanas.

Beberapa jenis perawatan tanaman nanas yang perlu dilakukan, antara lain;

  • Pembersihan gulma
  • Pemupukan
  • Penyiraman
  • Penyulaman
  • Pengendalian hama dan penyakit

Pemanenan

Buah nanas dapat dipanen setelah berusia 18 hingga 24 bulan. Kecepatan waktu panen tergantung pada varietas yang digunakan serta perawatan yang dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau