Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Jahe yang Benar di Pekarangan Rumah

Kompas.com, 18 November 2022, 12:27 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu jenis tanaman herbal rimpang yang seringkali digunakan untuk bumbu masak dan jamu tradisional. Jahe mempunyai rasa pedas dan hangat di badan.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Jumat (18/11/2022), jahe dikonsumsi untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Pun jahe dapat ditanam di pekarangan rumah untuk konsumsi sendiri.

Tanaman jahe akan tumbuh dan berproduksi di mana saja. Namun, untuk berproduksi maksimal, jahe sebaiknya ditanam pada daerah dengan curah hujan 2.500 sampai 4.000 mm per tahun dan memiliki pH tanah antara 6,8 sampai 7,4.

Baca juga: Budidaya Jahe Emprit yang Benar agar Panennya Maksimal

Ilustrasi tanaman jahe, menanam jahe.WIKIMEDIA COMMONS/BUKKY658 Ilustrasi tanaman jahe, menanam jahe.

Jika pH rendah, maka sebelum dilakukan penanaman tanah perlu diberi kapur dolomit sebanyak 5 sampai 20 kg per 100 meter persegi, perhitungan dari 0,5 hingga 2 ton per hektar.

Menanam jahe di pekarangan rumah dapat dilakukan langsung di tanah atau dalam polybag. Tanaman jahe dalam polybag dapat disusun ke atas secara bertangga agar menampung banyak tanaman.

Dengan demikian, pada pekarangan yang sempit mendapatkan hasil panen lebih banyak, bahkan dapat berlipat ganda.

Berikut cara menanam jahe di pekarangan rumah dengan benar.

Baca juga: Jahe Bisa Jadi Fungisida Nabati, Begini Cara Membuatnya

1. Persiapan benih

Tetapkan jenis jahe yang akan ditanam, jahe emprit, jahe gajah, atau jahe merah. Cara memperbanyak ketiga jenis jahe tersebut sama saja, yaitu menggunakan stek rimpang yang telah berumur minimal 10 bulan, jelas asal usulnya, sehat dan tidak tercampur dengan varietas lain.

Rimpang yang dapat dijadikan benih berada pada ruas kedua dan ketiga dan memiliki 2 sampai 3 bakal mata tunas yang baik dengan berat sekitar 25 sampai 60 gram untuk jahe gajah, untuk jahe emprit dan merah beratnya sekitar 20 hingga 40 gram.

Ilustrasi menanam jahe di polybag.SHUTTERSTOCK/IZWAR GALLERY Ilustrasi menanam jahe di polybag.

Benih yang telah dipilih untuk ditanam, terlebih dahulu disemaikan agar tumbuh tunas kecil dengan cara rimpang dihampar di atas jerami atau alang-alang yang tipis, di gudang penyimpanan atau tempat yang teduh.

Jika dilakukan dalam bangunan, bisa menggunakan alas dari bambu atau kayu dengan dilakukan penyiraman setiap hari sesuai dengan kebutuhan untuk menjaga kelembapan rimpang.

Baca juga: Cara Menanam Jahe di Polybag, Mudah Dilakukan di Rumah

Benih yang siap ditanam memiliki ciri-ciri rimpang yang memiliki tunas sekitar 1 sampai 2 cm. Sebelum penanaman, terlebih dahulu diseleksi tunas rimpang yang baik dan dipotong menurut ukuran.

Lakukan perendaman antibiotik sesuai anjuran setelah dilakukan pemotongan untuk menghindari terjadinya infeksi bakteri kemudian dikering anginkan.

Kebutuhan benih per meter persegi untuk jahe gajah sekitar 20 sampai 30 kg atau 2 sampai 3 ton per hektar dan untuk jahe emprit serta jahe merah 10 sampai 15 kg atau 1 sampai 1,5 ton per hektar.

2. Pengolahan tanah

Tanah yang akan ditanami jahe harus dibersihkan dari kotoran plastik, batuan, akar bekas tanaman tahunan, dan lainnya. Lalu, diolah untuk memperoleh tanah yang gembur, memiliki drainase dan aerasi udara yang baik.

Baca juga: Cara Menanam Jahe agar Hasilnya Berlimpah

Tujuan dari penggemburan tanah adalah agar rimpang jahe dapat tumbuh dengan leluasa. Pada tanah yang berliat jika tidak dilakukan pengolahan dengan baik maka akan menyebabkan rimpang jahe tertekan dan tidak akan tumbuh dengan subur.

Adapun tanah yang berkerikil akan menyebabkan rimpang tergores sehingga hasil tanaman yang baik tidak akan diperoleh. Drainase yang baik juga sangat dibutuhkan tanaman jahe untuk mencegah serangan penyakit seperti layu karena tergenag air.

Aerasi udara yang baik akan memberikan ruang gerak akar untuk menyerap unsur hara dan air serta dapat mengurangi pembentukan senyawa anorganik yang bersifat racun dalam tanah.

Ilustrasi jahe. PIXABAY/WEBTECHEXPERTS Ilustrasi jahe.

Cara mengolah tanah dengan dicangkul kedalaman sekitar 30 cm. Kemudian, dibuat bedengan lebar 60 hingga 120 cm, tinggi 25 sampai 30 cm dan jarak antara bedengan sekitar 30 cm.

Baca juga: Cara Menanam Jahe Merah Metode Vertikultur, Cocok untuk Lahan Sempit

Untuk lubang tanam, buat dengan kedalaman antara 5 sampai 7 cm dengan jarak untuk jahe gajah (panen tua 80 cm x 40 cm atau 60 cm x 40 cm, panen muda 40 cm x 30 cm), jahe emprit dan jahe merah bisa dengan jarak 60 cm x 40 cm.

3. Penanaman

Penanaman jahe dapat dilakukan sepanjang tahun jika selalu tersedia air. Akan tetapi, di daerah yang hanya mengandalkan air hujan penananman dilakukan pada awal musim hujan.

Benih yang sudah siap ditanam pada lubang yang telah disiapkan sesuai jenisnya, jahe emprit, jahe gajah, atau jahe merah.

Setelah penanaman, perlu diberikan penutup berupa alang-alang atau jerami untuk melindungi tunas yang baru muncul dari teriknya matahari.

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Jahe di Pekarangan Rumah

Selain itu, penggunaan jerami atau alang-alang bisa memperbaiki kondisi permukaan tanah serta mengurangi erosi akibat aliran air.

4. Penyulaman

Penyulaman perlu dilakukan setelah tanaman berumur satu hingga 1,5 bulan, yaitu pencabutan dan penggantian tanaman yang mati atau memiliki pertumbuhan yang kurang baik dengan benih cadangan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Hal ini untuk memperoleh tanaman dengan pertumbuhan yang seragam sehingga dapat dilakukan panen secara serentak.

Perlu menjadi perhatian, jika tanaman mati yang disebabkan penyakit layu bakteri jangan menggantinya dengan bibit baru, tetapi berikan kapur pada bekas tanaman untuk menghindari penularan tanaman yang berada di sekitarnya.

Ilustrasi jahe.FREEPIK/JCOMP Ilustrasi jahe.

5. Pemupukan

Pemupukan tanaman jahe perlu dilakukan meskipun menanam di pekarangan, dengan tujuan untuk meningkatkan unsur hara, memperbaiki tekstur dan aerasi tanah agar produktivitasnya maksimal.

Pemupukan dilakukan sebelum dan setelah tanam dengan jenis dan dosis pupuk yang berbeda-beda.

Pemupukan tanaman jahe emprit sama dengan jahe merah, yaitu dua sampai empat minggu sebelum tanam, tanah diberi pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 200 sampai 300 kg per 100 meter persegi.

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Jahe di Pekarangan Rumah

Pada saat tanam benih diberikan pupuk SP-36 sebanyak 2 sampai 3 kg per 100 meter persegi dan pupuk KCl sebanyak 2 sampai 3 kg per 100 meter persegi.

Setelah tanaman berumur sebulan diberi pupuk Urea sebanyak 1 sampai 1,3 kg per 100 meter persegi. Selanjutnya saat tanaman berumur dua bulan dan tiga bulan pemberian pupuk urea diulang dengan dosis yang sama.

Adapun pemupukan jahe gajah sebagai berikut. Pada dua sampai empat minggu sebelum tanam, tanah diberi pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 200 sampai 400 kg per 100 meter persegi.

Pada saat tanam benih diberikan pupuk SP-36 sebanyak 3 sampai 4 kg per 100 meter persegi dan pupul KCl sebanyak 3 sampai 4 kg per 100 meter persegi. Setelah tanaman berumur sebulan diberi pupuk Urea sebanyak 1,3 sampai 3 kg per 100 meter persegi.

Baca juga: Cara Menyimpan Berbagai Jenis Jahe agar Tetap Segar

Selanjutnya saat tanaman berumur dua bulan dan tiga bulan pemberian pupuk urea diulang dengan dosis yang sama.

6. Penyiangan

Penyiangan tanaman untuk menghilangkan gulma juga harus dilakukan secara berkalan setiap dua sampai empat minggu sekali. Selanjutnya setiap empat sampai enan minggu sekali tergantung tingkat pertumbuhan gulma.

Ilustrasi jahe. Jahe adalah salah satu herbal yang berguna sebagai obat alami untuk tekanan darah tinggi. SHUTTERSTOCK/PILIPPHOTO Ilustrasi jahe. Jahe adalah salah satu herbal yang berguna sebagai obat alami untuk tekanan darah tinggi.

Gulma yang dibiarkan tumbuh di sekitar tanaman jahe sampai umur enam bulan akan menurunkan hasil panen sampai 60 persen.

Penyiangan yang dilakukan pada umur tanaman lebih empat bulan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran dan melukai rimpang jahe yang bisa menjadi jalan masuknya penyakit.

Baca juga: Baik untuk Kesehatan, Begini Cara Menanam Jahe di Polybag

Penyiangan bisa dilakukan dengan cara mencabut gulma atau menggunakan herbisida.

7. Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan setelah anakan jahe terbentuk 4 sampai 5 rimpang. Selain untuk mencegah rimpang terkena langsung sengatan matahari, dan sekaligus untuk menggemburkan tanah.

Pada tanah berliat dan daerah yang memililki curah hujan yang tinggi, rimpang jahe yang terkena sinar matahari akan berwarna hijau dan keras sehingga kualitas rimpang akan turun. Pembumbunan dapat dilakukan sesering mungkin sebelum pemupukan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Dunia Waspadai Krisis Pangan, Wamentan Operasikan Intelijen Pertanian
Dunia Waspadai Krisis Pangan, Wamentan Operasikan Intelijen Pertanian
Berita
Bukan Lagi Gulma Pengganggu, Eceng Gondok Disulap Jadi Solusi Pangan Keluarga
Bukan Lagi Gulma Pengganggu, Eceng Gondok Disulap Jadi Solusi Pangan Keluarga
Varietas Tanaman
Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen
Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen
Varietas Tanaman
Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Berita
Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua 'Disulap' Berbuah Lebat
Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua "Disulap" Berbuah Lebat
Varietas Tanaman
Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis
Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis
Berita
Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Berita
Kalahkan Ekspor Kopi, Biosolusi Diproyeksikan Sumbang Ekonomi Rp 36 Triliun
Kalahkan Ekspor Kopi, Biosolusi Diproyeksikan Sumbang Ekonomi Rp 36 Triliun
Varietas Tanaman
Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Berita
Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Berita
Golden Alisha, Melon Kuning yang Kian Populer dan Bisa Dipanen 3 Bulan
Golden Alisha, Melon Kuning yang Kian Populer dan Bisa Dipanen 3 Bulan
Varietas Tanaman
Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
Varietas Tanaman
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Varietas Tanaman
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Berita
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau