Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tahapan Pasca-panen Buah Pisang agar Kualitasnya Terjaga

Kompas.com, 10 Desember 2022, 10:33 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pisang adalah jenis buah tropis yang biasanya tumbuh di daerah beriklim panas dan lembab. Pisang juga sangat kaya akan nutrisi, termasuk kalium, vitamin C, vitamin B6, dan serat.

Buah ini juga dikenal sebagai sumber energi yang baik dan sering digunakan sebagai pengganti gula dalam berbagai jenis makanan sehat.

Pasca panen buah pisang harus diperhatikan untuk mempertahankan nilai gizinya. Hal ini karena buah pisang mudah rusak. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (10/12/2022), berikut cara pasca panen buah pisang yang baik dan benar.

Baca juga: Kenali Cara Membuat Pohon Pisang Cepat Berbuah

1. Sortasi

buah pisangPIXABAY/GABRIELA SANDA buah pisang

Setelah dipanen, buah pisang dikumpulkan jadi satu pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pisahkan buah pisang dengan tandannya.

Pada tahap ini sekaligus dilakukan sortasi atau pemilihan buah pisang. Buah yang tidak memenuhi syarat seperti rusak, busuk, terkena penyakit hama dan penyakit dipisahkan.

Tujuan pemisahan yaitu untuk menjaga kualitas buah dan tidak menular ke buah pisang lainnya.

2. Grading

Setelah dilakukan sortasi, langkah pasca panen buah pisang berikutnya yaitu grading atau pengelompokan. Tahap ini bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar terhadap kualitas buah pisang.

Baca juga: Cara Menanam Pohon Pisang agar Panennya Bermutu

Buah pisang dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran, jumlah buah dalam satu sisir, dan kualitas buah.

3. Pemeraman

Buah pisang merupakan buah klimaterik, artinya buah ini bisa matang setelah panen. Proses pematang buah tersebut dapat dipercepat dengan proses pemeraman.

Pemeraman dapat dilakukan dengan cara memasukkannya ke dalam wadah yang tertutup rapat, sehingga panas akan menyebar dan membuat buah pisang matang. Pematangan buah juga bisa dilakukan dengan memberikan karbit untuk mempercepat proses pematang buah.

Buah pisangpixabay.com Buah pisang

4. Pengemasan

Tekstur buah pisang yang lembut, membuat buah pisang sangat mudah rusak ketika proses pengiriman. Maka dari itu, pengemasan buah harus diperhatikan dengan baik.

Baca juga: 5 Tips agar Pohon Pisang Cepat Berbuah

Pengiriman jarak dekat dapat menggunakan keranjang bambu. Sementara itu, pengiriman jarak jauh bisa menggunakan peti kayu dan pengiriman ekspor dapat menggunakan karton yang memiliki ventilasi baik.

5. Penyimpanan

Penyimpanan yang kurang baik dapat menyebabkan buah pisang mudah busuk. Proses penyimpanan buah pisang dapat dilakukan dengan pelapisan lilin, suhu rendah 10 derajat Celcius, dan senyawa KMnO4. Cara-cara tersebut bertujuan untuk menghambat proses respirasi, transpirasi dan menyerap gas etilen.

Itulah cara pasca panen buah pisang yang baik dan benar. Lakukan perlakukan pasca panen dengan tepat agar kualitas buah pisang tetap terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau