Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Cabai merupakan komoditas sayur yang nilai jualnya cukup tinggi. Maka dari itu, banyak petani yang menanam komoditas ini.
Meskipun demikian, untuk mendapatkan cabai yang nilai jualnya tinggi, perlu perawatan tanaman yang maksimal. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (2/1/2023), perawatan tanaman cabai harus sesuai dengan fase pertumbuhannya. Berikut tips merawat tanaman cabai sesuai dengan umur tanaman.
Baca juga: 9 Tips Menanam Cabai Saat Musim Hujan agar Tidak Gagal
Pada umur 1 hingga 2 bulan, tanaman cabai sebaiknya diberi pupuk phonska cair. Pupuk tersebut dapat dibuat sendiri dengan mudah, berikut langkah-langkahnya:
Tanaman cabai rawitBaca juga: Panduan Pupuk untuk Cabai Rawit agar Rajin Berbuah
Di umur 2 sampai 3 bulan, tanaman cabai mulai memasuki fase generatif yang ditandai dengan munculnya bunga. Agar bunga tersebut dapat berkembang dengan baik, maka perawatan harus dilakukan secara maksimal.
Di fase tersebut, tanaman cabai juga rawan terserang penyakit. Oleh karena itu, pastikan tanaman cabai terhindar dari serangan hama maupun patogen dan pertumbuhannya normal (tidak kerdil dan tidak terlalu kurus).
Ilustrasi tanaman cabai rawit. Saat tanaman memasuki umur 3 hingga 4 bulan, pastikan kelembapan tanah terjaga. Lakukan penyiraman dengan tepat dan seimbang.
Dengan menjaga kelembapan tanah, maka nutrisi akan lebih mudah larut dan diserap oleh akar tanaman. Di waktu ini, tanaman cabai juga sudah mulai bisa dipanen.
Lakukan pemanenan secara bertahap dan pastikan memanen cabai saat cuaca sedang cerah agar kualitas cabai yang dipanen tetap terjaga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang