Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teknik Pemupukan Tanaman yang Efektif dan Efisien

Kompas.com, 12 Februari 2023, 13:57 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemupukan adalah sebuah upaya untuk menambahkan unsur hara dalam tanah secara langsung maupun tidak langsung. Pemupukan bisa menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Selain itu, tujuan pemupukan juga bisa memperbaiki struktur tanah, membuat tanah lebih subur, meningkatkan kualitas hingga kuantitas tanaman. Maka dari itu, pemberian pupuk sangat mempengaruhi hasil budidaya tanaman.

Meskipun demikian, pemupukan harus dilakukan dengan tepat. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (12/2/2023), pemupukan bisa dilakukan lewat akar maupun daun. Ini penjelasan selengkapnya.

Baca juga: 10 Jenis Pupuk Kalsium dan Manfaatnya bagi Tanaman

Pemupukan melalui akar

Pemupukan yang dilakukan lewat akar biasanya dilakukan untuk memberikan pupuk organik dan anorganik dalam bentuk padat atau cair. Tujuan pemupukan di bagian akar yaitu untuk memperbaiki kondisi tanah agar sesuai dengan pertumbuhan tanaman.

Ilustrasi pemberian pupuk ke tanahSHUTTERSTOCK/NATALLIA USTSINAVA Ilustrasi pemberian pupuk ke tanah

Adapun beberapa cara pemupukan lewat akar, seperti berikut:

1. Disebar

Pupuk juga bisa diaplikasikan dengan cara disebar. Cara ini efektif untuk tanaman yang dibudidayakan dengan jarak teratur maupun tidak teratur.

Tanaman dengan akar pendek juga bisa dipupuk dengan cara ini. Selain itu, cara aplikasi ini juga biasanya dilakukan untuk pupuk yang mudah larut.

Baca juga: Cara Pemupukan Bawang Putih agar Tumbuh Subur

Sayangnya, pemupukan ini memiliki kekurangan bisa membuat gulma cepat tumbuh dan menyebabkan persaingan dengan tanaman budidaya.

2. Aplikasi pada lubang pemupukan

Pemupukan juga bisa dilakukan dengan cara membuat lubang pemupukan melingkar di dekat akar. Setelah itu, letakkan pupuk pada lubang pemupukan, lalu timbun pupuk dengan tanah.

Cara ini efektif untuk tanaman yang jarak tanamnya tidak berdekatan. Selain itu, tanaman yang akarnya panjang atau jauh dari permukaan tanah juga bisa dipupuk dengan cara ini.

3. Diletakkan pada larikan

Cara pemupukan lainnya yaitu dengan meletakkan pupuk pada larikan. Caranya dengan membuat larutan di antara tanaman, setelah itu letakkan pupuk pada larikan dan timbun dengan tanah.

Baca juga: Simak, Ini Jadwal Pemupukan Cabai yang Tepat

Ilustrasi pemupukan bawang putihShutterstock/MAKSYM CHUB Ilustrasi pemupukan bawang putih

Pemupukan melalui daun

Selain diaplikasikan ke tanah, pupuk juga bisa diberikan lewat daun. Pemupukan dengan cara ini diawali dengan melarutkan pupuk dengan air.

Setelah pupuk larut, masukkan dalam sprayer dan semprotkan ke daun. Pupuk disemprotkan ke bagian bawah daun karena pada area tersebut terdapat stomata, sehingga aplikasi pupuk menjadi lebih efektif.

Pemupukan juga sebaiknya dilakukan di pagi atau sore hari agar tidak menguap. Selain itu, lakukan pemupukan ketika cuaca cerah agar pupuk tidak tercuci oleh air hujan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau