Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

11 Bahan Alami Sumber Kalium untuk Tanaman, Bisa Dibuat Pupuk Organik

Kompas.com, 27 Februari 2023, 18:06 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan dijadikan bahan andalan pembuatan pupuk adalah kalium. Pupuk kalium merupakan jenis pupuk yang sering dibutuhkan oleh petani.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Senin (27/2/2023), unsur kalium merupakan salah satu unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.

Ada berbagai macam manfaat dari pupuk kalium untuk pertumbuhan tanaman, antara lain mampu mempercepat proses pembungaan dan pembuahan. Kemudian, pupuk kalium juga dapat memperkuat organ tanaman seperti daun, bunga, dan buah supaya tidak mudah rontok.

Baca juga: Panduan Pupuk untuk Durian agar Buahnya Berkualitas Tinggi

Ilustrasi nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman, salah satunya adalah nitrogen. SHUTTERSTOCK/KRAM-9 Ilustrasi nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman, salah satunya adalah nitrogen.

Pupuk kalium juga dapat meningkatkan daya simpan buah, sehingga tidak mudah busuk. Pun pupuk kalium bisa eningkatkan ketahanan tanaman, baik itu kekeringan atau serangan hama penyakit.

Terakhir, pupuk kalium mampu meningkatkan kualitas hasil tanaman, mulai dari rasa, warna, dan bobot panen.

Mengingat pentingnya fungsi pupuk kalium, keterbatasan kalium di tanah membuat petani membutuhkan jenis pupuk yang mengandung kalium tinggi. Oleh karena itu diperlukan pupuk buatan yang berasal dari pabrik, atau pupuk buatan sendiri.

Di lain pihak, harga pupuk kalium lebih tinggi dibandingkan pupuk lainnya, membuat petani seringkali mengurangi bahkan menghilangkannya dari standar pemupukan.

Baca juga: Mengenal Zeolit, Mineral yang Bisa Menjadi Pupuk Pendamping

Potensi bahan dan limbah dapat ditemukan di beberapa tempat, mulai limbah pertanian, limbah rumah tangga, limbah warung makan, limbah industri pabrik, limbah industri rumah tangga, limbah kota, dan sebagainya.

Bahan yang kaya unsur kalium di antaranya adalah rebung, air kelapa, dan sabut kelapa.

Ilustrasi pisang, salah satu buah penurun kolesterol dan asam urat tinggiPixabay/Alexas_Fotos Ilustrasi pisang, salah satu buah penurun kolesterol dan asam urat tinggi

Bahan pupuk juga berasal dari beberapa bahan makanan yang banyak mengandung kalium.

Berikut beberapa bahan alami sumber kalium untuk tanaman, yang dapat dijadikan bahan pembuatan pupuk organik.

Baca juga: Simak, Manfaat Menggunakan Pupuk Organik untuk Tanaman Sayuran

1. Pisang

Satu buah pisang berukuran sedang memiliki kandungan 442 mg kalium. Kulit pisang pun dapat dibuat pupuk organik mengandung kalium, yang padat mengandung 1,278 persen, dan yang cair mengandung1,137 persen.

2. Kentang

Kentang berukuran medium memiliki kandungan kalium sekitar 542 mg dan mendorong antioksidan beta karoten.

Ilustrasi Kacang KedelaiDok. Pixabay / User1737576 Ilustrasi Kacang Kedelai

3. Kacang

Beberapa varietas kacang kaya serat dan protein. Satu cangkir kacang putih kaya kalium sebesar 1.189 mg.

Satu cangkir kacang kapri memiliki 707 mg kalium. Adapun satu cangkir kacang kedelai memiliki kandungan kalium 970 mg.

Baca juga: 12 Jenis Pupuk Tunggal dan Karakteristiknya, Apa Saja?

4. Kurma

Setiap butir buah kurma memiliki kandungan kalium sebesar 167 mg. Buah kering yang kaya serat ini mampu mengalahkan kalium pada pisang.

Ilustrasi yogurt. FREEPIK/RACOOL_STUDIO Ilustrasi yogurt.

4. Yogurt

Yogurt rendah lemak memiliki kandungan kalium sebesar 531 miligram.

5. Alpukat

Satu buah alpukat mengandung lebih dari dua kali kandungan kalium pada pisang, yakni sebanyak 975 mg.

6. Saus tomat

Secangkir saus tomat berisi 800 mg kalium. Namun, perlu dipastikan saus tersebut tanpa tambahan sodium dan gula.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing

Ilustrasi daging ikan halibut segar. Daging ikan halibut adalah salah satu sumber kalium untuk tanaman.SHUTTERSTOCK/MIRONOV VLADIMIR Ilustrasi daging ikan halibut segar. Daging ikan halibut adalah salah satu sumber kalium untuk tanaman.

7. Ikan

Sekitar 85 gram ikan halibut dalam kemasan memiliki kalium sebanyak 449 mg. Makanan laut yang baik selain halibut adalah ikan salmon dan kerang.

8. Aprikot kering

Aprikot kering kaya kandungan kalium sebesar 257 miligram per porsi sebanyak seperempat cangkir.

9. Melon

Seporsi melon yang segar kaya kalium sebesar 358 mg. Untuk kandungan yang setara dengan pisang, maka satu buah melon bisa digunakan.

10. Pepaya

Buah pepaya memiliki kandungan kalium sebanyak 264 mg untuk potongan sekitar 2,5 cm.

Baca juga: Kegunaan Pupuk Mutiara untuk Tanaman Padi, Bisa Cegah Tanaman Kerdil

11. Ubi

Ubi disebut memiliki kandungan kalium yang lebih tinggi dibandingkan pisang. Kandungan kalium dari satu buah ubi ukuran sedang bisa mencapai 700 mg.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau