Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Manfaat Tepung Tulang untuk Tanaman, Apa Saja?

Kompas.com, 5 Maret 2023, 11:57 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Sumber Trees

JAKARTA, KOMPAS.com - Tepung tulang adalah tepung dari tulang hewan yang sudah dimasak, disterilisasi, dan dihaluskan menjadi bubuk halus. Tepung tulang ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Tepung tulang mengandung fosfor sebanyak 15 persen, nitrogen 4 persen, kalsium, dan karbon. Kandungan tersebut membuat tepung tulang memiliki banyak manfaat untuk tanaman.

Dilansir dari Trees, Minggu (5/3/2023), berikut sejumlah manfaat tepung tulang untuk tanaman.

Baca juga: Manfaat Tepung Darah untuk Tanaman dan Cara Menggunakannya

1. Menyediakan fosfor

Pupuk dari tepung tulang mempunyai kandungan fosfor yang tinggi. Nutrisi ini sangat penting utnuk menunjang pertumbuhan akar dan bunga.

Fosfor bisa membantu tanaman untuk mengubah gula dan pati menjadi energi yang bisa digunakan untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Ilustrasi campuran tepung darah dan tepung tulang sebagai pupuk tanaman.SHUTTERSTOCK/JOE KUIS Ilustrasi campuran tepung darah dan tepung tulang sebagai pupuk tanaman.

2. Berperan sebagai pupuk slow release

Pupuk tepung tulang bekerja cukup lambat atau slow release. Dengan demikian, pemberian pupuk ini bisa membantu menyediakan fosfor sepanjang musim.

3. Menunjang pertumbuhan akar

Manfaat tepung tulang lainnya yaitu bisa menunjang struktur akar. Maka dari itu, pupuk ini sangat cocok diaplikasikan pada tanaman wortel, bit, atau kentang.

Baca juga: 8 Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Fosfor Bagi Tanaman

4. Meningkatkan produksi bunga dan buah

Aplikasi pupuk tepung tulang pada tanaman hias akan membuat bunga tumbuh dengan indah dan berwarna cerah. Sementara itu, pada tanaman buah pupuk ini bisa menunjang produksi buah.

5. Menjadi sumber nutrisi alami yang ramah lingkungan

Pupuk ini terbuat dari bahan organik yang bisa meningkatkan kesehatan tanah jangka panjang. Selain itu, pupuk ini juga bisa mengurangi limbah industri daging, sehingga lebih ramah lingkungan.

6. Menyeimbangkan nutrisi untuk tanaman

Banyak tanaman yang dipupuk dengan jenis pupuk kaya nitrogen karena bisa mempercepat pertumbuhan. Akan tetapi, pemberian nitrogen terlalu banyak juga kurang baik untuk tanaman.

Baca juga: Apa Itu Pupuk Fosfor dan Manfaatnya untuk Tanaman?

Maka dari itu perlu pupuk dengan kandungan nutrisi lain untuk menyeimbangkan kebutuhan nutrisi tanaman. Salah satu jenis pupuk yang bisa digunakan untuk menyeimbangkan kandungan nitrogen pada tanaman yaitu pupuk tepung tulang yang kaya fosfor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau