Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Menanam Buah Bisbul yang Mulai Langka

Kompas.com, 9 Mei 2023, 15:23 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Buah bisbul atau yang sering disebut sebagai buah mentega merupakan salah satu jenis buah yang mulai jarang dijumpai. Buah ini sebenarnya masih berkerabat dekat dengan buah kesemek.

Pohon buah bisbul tumbuh tidak terlalu tinggi hanya sekitar 50 cm saja. Tajuknya menyerupai kerucut dengan cabang mendatar dan bertingkat.

Sementara itu, daunnya lebat dan rapat. Buah bisbul berbentuk bulat atau bulat gepeng. Kulitnya halus dan warnanya coklat kemerahan, merah terang, dan agak kusam saat masak.

Daging buahnya berwarna putih agak keras dan padat, agak kering, serta rasanya agak sepat. Aromanya harum seperti aroma keju dan durian.

Baca juga: Cara Pembibitan Markisa dari Biji, Mudah dan Cepat Tumbuh

Dalam satu buah biasanya terdapat 10 butir biji yang warnanya kecoklatan. Buah bisbul termasuk tanaman langka, namun kita masih tetap bisa menanamnya di dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (9/5/2023), berikut ini cara menanam buah bisbul.

Ilustrasi buah bisbul atau buah mentegaShutterstock/Agus Mujianto Ilustrasi buah bisbul atau buah mentega

Pembibitan dan penanaman

Benih atau biji buah bisbul biasanya memerlukan waktu 24 hari untuk berkecambah.

Meskipun demikian, buah ini juga bisa diperbanyak secara vegetatif dengan cangkokan, sambungan mata, atau sambung pucuk.

Pada sambung celah digunakan batang bawah bibit bisbul yang umurnya sudah 1 tahun.

Sementara itu, batang atasnya didapatkan dari cabang dewasa yang telah tumbuh di musim terakhir dengan bagian kuncup bertumbuh baik.

Baca juga: Cara Menanam Srikaya yang Benar agar Berbuah Banyak

Kemudian batang atas dipotong sepanjang 10 sampai 12 cm. Bibit dari sambungan dapat ditanam di lahan di awal musim hujan dengan jarak tanam 8 sampai 10 meter.

Sementara itu, bibit yang berasal dari biji ditanam dengan jarak 10 sampai 15 meter.

Perawatan

Tanaman yang sudah tumbuh perlu dirawat dengan baik. tunas liar dan cabang yang bertumpang tindih perlu dipangkas. Cabang yang menyentuh tanah juga perlu dipangkas.

Panen dan pasca panen

Buah bisbul sudah mulai matang jika warnanya sudah berubah dari coklat kehijauan menjadi merah kusam. Setelah dipanen buah perlu di lap untuk menghilangkan bulu-bulunya. Dalam 3 sampai 4 hari, buah mulai melunak dan aromanya menjadi lebih harum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau