Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Syarat dan Cara Membuat Media Tanam untuk Mengisi Polybag

Kompas.com - 31/05/2023, 20:06 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu hal yang penting untuk dipersiapkan sebelum menanam tanaman di dalam polybag yaitu menyiapkan media tanam berkualitas. Jenis media tanam sangat beragam, biasanya media tanam disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman.

Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (31/5/2023), berikut ini syarat, bahan, dan cara membuat media tanam untuk mengisi polybag.

Syarat media tanam yang berkualitas

Media tanam yang baik harus mempunyai sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Berikut ini beberapa syarat media tanam berkualitas yang harus dipenuhi.

Baca juga: Cara Membuat Media Tanam Organik untuk Sayuran di Polybag

Ilustrasi arang sekam untuk media tanam. SHUTTERSTOCK/SHANJAYA Ilustrasi arang sekam untuk media tanam.

  • Bisa menyediakan ruang untuk akar bertumbuh dan menopang tanaman. artinya, media tanam harus gembur. Dengan demikian, akar tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • Mempunyai porositas yang baik sehingga bisa menyimpan air dan memiliki drainase serta aerasi yang baik.
  • Menyediakan unsur hara makro dan mikro yang berguna untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
  • Steril atau terbebas dari hama dan patogen penyebab penyakit tanaman.

Bahan untuk membuat media tanam

Media tanam yang digunakan untuk menanam tanaman di polybag biasanya terbuat dari berbagai bahan yang dicampur sampai homogen. Adapun beberapa jenis bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam organik.

Baca juga: 8 Media Tanam Organik yang Mudah Didapatkan

1. Tanah

Tanah yang digunakan untuk media tanam sebaiknya diambil dari lapisan teratas. Secara umum, ada dua jenis tanah yang perlu diperhatikan yaitu tanah pasir dan lempung.

Tanah pasir mempunyai kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air, namun sulit menyimpan air sebagai cadangan. Sementara itu, tanah lempung sulit ditembus air, sehingga membuat air tenang.

Tanah yang baik untuk media tanam yaitu tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung. Namun, harus gembur.

2. Humus atau kompos

Bahan organik lain yang dapat digunakan sebagai media tanam yaitu kompos atau humus. Kompos terbuat dari bahan organik yang sudah terfermentasi sempurna.

Biasanya, kompos terbuat dari sampah organik maupun sisa tanaman. unsur bahan organik lain yang dapat digunakan sebagai pengganti kompos yaitu pupuk kandang atau pupuk hijau yang sudah terfermentasi sempurna.

Baca juga: Cara Membuat Sekam Padi Bakar, Bisa Menjadi Media Tanam

ilustrasi media tanamFREEPIK/RAWPIXEL.COM ilustrasi media tanam

3. Sabut kelapa atau arang sekam

Arang sekam adalah hasil pembakaran tidak sempurna dari sekam padi. Arang sekam berguna untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah.

Selain itu, arang sekam juga berguna untuk menetralisir pH, menetralisir racun, meningkatkan daya ikat air, merangsang pertumbuhan mikroba baik, membuat tanah lebih gembur, dan memperbaiki drainase serta aerasi tanah.

Cara membuat media tanam untuk mengisi polybag

Proses pembuatan media tanam untuk mengisi polybag sebenarnya cukup mudah, berikut langkah-langkahnya:

Baca juga: Bahan Pembuatan Media Tanam, Apa Saja?

  1. Siapkan tanah yang gembur dan subur.
  2. Kemudian, ayak sampai halus. Usahakan tanah dalam kondisi kering.
  3. Siapkan kompos yang sudah matang, lalu ayak sampai mendapatkan butiran yang halus.
  4. Siapkan juga arang sekam.
  5. Campurkan ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 2:1:1. Lalu, aduk sampai merata.
  6. Siapkan pot atau polybag, lalu masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau