Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Manfaat Lavender untuk Kesehatan, Redakan Kecemasan hingga Insomnia

Kompas.com, 1 Juni 2023, 21:34 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Healthline

JAKARTA, KOMPAS.com - Kita biasanya mengasosiasikan bunga lavender dengan dua ciri khusus, yakni aroma dan warnanya. Namun, tahukah Anda, bunga lavender dan minyak yang berasal dari lavender memiliki sejarah panjang dalam pengobatan herbal?

Dikutip dari Healthline, Kamis (1/6/2023), kata lavender berasal dari bahasa Latin "lavare", yang secara harfiah berarti "mencuci". Penggunaan lavender yang tercatat paling awal berasal dari Mesir kuno, di mana minyak lavender berperan dalam proses mumifikasi.

Belakangan, lavender menjadi bahan tambahan mandi di beberapa wilayah, termasuk Persia, Yunani, dan Romawi kuno. Kebudayaan-kebudayaan ini percaya bahwa lavender membantu memurnikan tubuh dan pikiran.

Baca juga: Cara Menanam Rosella, Bunga yang Penuh Manfaat untuk Kesehatan

Ilustrasi tanaman bunga lavender di pot.SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi tanaman bunga lavender di pot.

Sejak zaman kuno, lavender telah digunakan untuk mengurangi gejala dan memberikan dukungan untuk berbagai kondisi kesehatan.

Sains modern telah mengonfirmasi banyak manfaat kesehatannya, sementara yang lain masih dalam penelitian.

Berikut beberapa manfaat lavender untuk kesehatan.

1. Mengatasi insomnia

Dahulu kala, lavender direkomendasikan untuk orang yang menderita insomnia atau gangguan tidur lainnya. Orang-orang mengisi bantal dengan bunga lavender untuk membantu tertidur dan mendapatkan istirahat malam yang lebih baik.

Baca juga: Manfaat Garam Krosok untuk Tanaman Pepaya dan Cara Aplikasinya

Saat ini, penelitian menunjukkan bahwa menghirup aroma lavender dapat meningkatkan kualitas tidur. Tinjauan sistematis terhadap 15 studi pada tahun 2014 menemukan bahwa menghirup minyak esensial, termasuk lavender, memiliki efek positif pada orang dengan gangguan tidur ringan.

Sejumlah penelitian lain telah menemukan manfaat tambahan lavender untuk masalah tidur. Penelitian tahun 2015 menunjukkan bahwa orang yang menggunakan aromaterapi lavender merasa lebih segar saat bangun tidur.

Studi lain yang dilakukan pada tahun 2010 yang dilakukan pada orang dengan gangguan kecemasan mengungkapkan bahwa minyak lavender yang diberikan secara oral membantu tidur lebih lama di malam hari.

Ilustrasi lavender.PIXABAY/Mouse23 Ilustrasi lavender.

2. Menurunkan kecemasan

Lavender juga dapat memberikan dukungan bagi orang-orang dengan kecemasan. Dalam penelitian tahun 2019, orang dengan gangguan kecemasan yang mengonsumsi kapsul minyak lavender 160 mg mengalami penurunan kecemasan yang signifikan.

Baca juga: Manfaat Air Garam untuk Tanaman, Apa Saja?

Studi lain telah menemukan hasil yang serupa. Sebuah studi pada 2015 yang melibatkan 60 orang di unit perawatan intensif koroner.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang diobati dengan minyak esensial lavender memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dan tidur yang lebih nyenyak.

Ilustrasi lavender.PIXABAY/pixel2013 Ilustrasi lavender.

Studi lain pada tahun 2010 membandingkan kapsul lavender dengan obat anticemas lorazepam, menyimpulkan bahwa efek lavender sebanding dengan obat resep.

3. Mengatasi rambut rontok

Penggunaan minyak lavender secara topikal dapat membantu mengobati penyakit yang disebut alopecia aerata, yang menyebabkan rambut seseorang rontok.

Menurut studi tahun 1998 yang dilakukan pada 86 orang dengan alopecia areata, sebanyak 44 persen mengalami peningkatan pertumbuhan rambut setelah memijat campuran minyak esensial thyme, rosemary, lavender, dan cedarwood dalam campuran minyak pembawa ke kulit kepala setiap hari selama tujuh bulan.

Baca juga: Manfaat Pupuk TSP untuk Tanaman

Ilustrasi rambut rontok Unsplash Ilustrasi rambut rontok

Meskipun penelitian ini menjanjikan, sulit untuk mengatakan apakah pertumbuhan rambut dapat dikontribusikan secara khusus pada lavender.

Sebuah penelitian pada hewan yang dilakukan tahun 2021 juga menemukan bahwa minyak lavender berhasil merangsang pertumbuhan rambut dalam jangka waktu 28 hari.

4. Mengatasi sakit kepala dan migrain

Efek menenangkan lavender mungkin cukup untuk meredakan sakit kepala atau migrain. Dalam sebuah studi tahun 2016, orang dengan migrain yang menerima terapi lavender selama tiga bulan mendapat skor lebih rendah pada skala penilaian sakit kepala daripada kelompok kontrol.

Di lain Studi 2012, 47 peserta dengan migrain menghirup minyak esensial lavender selama 15 menit. Mereka mengalami penurunan keparahan dan frekuensi sakit kepala.

Baca juga: Manfaat Bunga Rosella untuk Kesehatan, Diyakini Bisa Cegah Kanker

5. Meredakan efek samping kemoterapi

Menurut National Cancer Institute, aromaterapi dapat membantu penderita kanker mengelola efek samping pengobatan mereka. Aromaterapi lavender dapat membantu menurunkan kecemasan tentang prosedur pengobatan kanker.

6. Menangani depresi

Efek lavender pada depresi tidak didokumentasikan dengan baik seperti pada kecemasan, tetapi penelitian cukup menjanjikan.

Sebuah studi pada tahun 2016 pada wanita pascapersalinan menemukan bahwa aromaterapi lavender mencegah stres, kecemasan, dan depresi setelah melahirkan.

Studi kecil lainnya di tahun 2015 mengamati orang dengan penyakit ginjal. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang menghirup aroma lavender selama 1 jam selama hemodialisis memiliki skor depresi dan stres yang lebih rendah daripada mereka yang tidak.

Baca juga: Cara Menanam Sambiloto, Tanaman Herbal yang Memiliki Banyak Manfaat

Orang dewasa yang lebih tua yang minum teh lavender dua kali sehari selama dua minggu dalam studi tahun 2020 mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah.

Ilustrasi jerawat. Shutterstock/RomarioIen Ilustrasi jerawat.

7. Mengatasi jerawat

Dibandingkan dengan perawatan yang lebih agresif, minyak lavender bisa menjadi cara yang lembut untuk mengobati jerawat karena kemampuannya membunuh bakteri.

Dalam sebuah penelitian tahun 2013, kombinasi minyak lavender dan ekstrak lidah buaya secara efektif menghambat pertumbuhan satu jenis bakteri penyebab jerawat.

8. Obat luka bakar

Lavender telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk luka bakar, dan beberapa penelitian lama telah menyarankan adanya data ilmiah untuk mengonfirmasi penggunaan ini.

Baca juga: Manfaat Buah Maja untuk Kesehatan, Cegah Diare hingga Infeksi Kulit

Menurut studi yang dilakukan pada 2009, aktivitas antimikrobanya juga dapat membantu mencegah infeksi setelah luka bakar.

9. Meredakan masalah kulit

Lavender mengandung dua senyawa pelawan peradangan yang disebut linalool dan linalyl acetate.

Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa lavender dapat meredakan masalah kulit, seperti eksim, infeksi kulit, psoriasis, gatal, dan ruam.

10. Penyembuhan luka

Kekuatan menenangkan lavender mungkin meluas untuk menyembuhkan kulit yang terluka. Tinjauan terhadap 20 studi menemukan bahwa minyak lavender meningkatkan laju penyembuhan luka, mendorong pertumbuhan kolagen, dan mempercepat proses pembentukan kembali jaringan kulit.

Baca juga: Mengenal Tanaman Mahkota Dewa yang Diyakini Punya Manfaat Kesehatan

Selalu lakukan uji dan gunakan minyak pembawa saat mengoleskan minyak esensial lavender langsung ke kulit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau