Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tahapan Budidaya Jagung di Lahan Kering

Kompas.com, 10 Juni 2023, 18:11 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jagung termasuk tanaman yang bisa dibudidayakan di lahan kering. Meskipun demikian, untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, budidaya jagung di lahan kering harus dilakukan dengan maksimal.

Pola tanam yang dianjurkan untuk menanam jagung di lahan kering beriklim basah yaitu pola tanam tumpang sari dengan padi gogo genjah dan ubi kayu atau kacang-kacangan. Sementara itu, untuk lahan kering beriklim kering sebaiknya menggunakan pola tanam tumpang sari dengan kacang tanah, kacang hijau, kedelai, atau kacang tunggak-bera.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (10/6/2023), berikut ini cara menanam jagung di lahan kering agar produktivitasnya maksimal.

Baca juga: Cara Menanam Jagung Manis Organik, Mudah dan Menguntungkan

Pengolahan lahan

Secara umum, lahan kering bisa diolah secara sempurna, minimum tillage, atau tanpa pengolahan. Pengolahan lahan secara sempurna dilakukan dengan cara mencangkul kemudian meratakan tanah.

Ilustrasi tanaman jagung hibridaSHUTTERSTOCK/BITS AND SPLITS Ilustrasi tanaman jagung hibrida

Pengolahan minimum tillage biasanya dilakukan pada tanah yang rawan erosi dilakukan dengan cara mencangkul sampai gembur. Pengolahan dilakukan seminggu atau kurang dari seminggu sebelum tanam.

Sementara itu, lahan tanpa pengolahan tanah bertujuan untuk menghindari penguapan berlebihan. Tanah hanya di cangkul untuk membuat lubang tanam.

Pada lahan ini perlu diberi mulsa dari jerami atau limbah tanaman. untuk mengantisipasi lahan tidak tergenang, maka perlu dibuat saluran air.

Baca juga: Cara Menanam Jagung Organik yang Mudah Diterapkan

Pengairan

Tanaman jagung memerlukan air saat fase vegetatif sampai pengisian biji. Kebutuhan air semakin berkurang hingga periode pemasakan tongkol.

Kebutuhan air dapat terpenuhi apabila ditanam di musim hujan. Akan tetapi, lahan budidaya jagung jangan sampai tergenang karena bisa membuat akar busuk.

Tak hanya itu, kelebihan air juga membuat periode generatif tanaman terganggu. Maka dari itu, saluran air atau irigasi perlu dilakukan dengan baik agar pengairan lancar.

Jumlah air yang diberikan sebanyak 60 mm tinggi air. Jumlah air ini bisa mempertahankan tanah dalam kondisi jenuh selama pertumbuhan tanaman.

Persiapan benih

Setelah persiapan lahan, langkah berikut yaitu menyiapkan benih yang akan ditanam. Pilihlah benih dari varietas unggul yang produktivitasnya tinggi. Beberapa kriteria benih yang perlu diperhatikan, antara lain;

Baca juga: 9 Tips Meningkatkan Produktivitas Jagung

Ilustrasi budidaya jagungSHUTTERSTOCK/TON PHOTOGRAPHER 4289 Ilustrasi budidaya jagung

  • Bebas hama maupun penyakit.
  • Daya tumbuhnya di atas 80 persen.
  • Bijinya sehat, bersih, tidak keriput, dan tidak mengkilap.
  • Tidak tercampur dengan varietas maupun tanaman lain.
  • Penampilannya seragam.

Benih yang sudah dipilih kemudian diberi perlakukan metalaksil 2 gram untuk setiap kg benih. Tujuannya agar benih terhindari dari penyakit bulai.

Penanaman

Waktu tanam jagung sebaiknya dilakukan di awal musim hujan dan awal musim kemarau. Sebelum penanaman, buat terlebih dahulu lubang tanam dengan cara ditugal.

Setelah itu, letakkan benih pada lubang tanam dan tutup dengan tanah. Jumlah benih perlubang tanam cukup 2 hingga 3 benih untuk varietas non hibrida dan 1 benih untuk varietas hibrida.

Baca juga: Cara Budidaya Jagung Muda atau Baby Corn

Pemupukan

Tahapan budidaya jagung di lahan kering berikutnya yaitu pemberian pupuk. Jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk organik dan kimia. Pemberian pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman agar efektif dan efisien.

Perawatan tanaman

Selain pemupukan, tanaman jagung juga perlu dirawat dengan baik agar pertumbuhan dan produktivitasnya maksimal. Beberapa kegiatan perawatan yang perlu dilakukan, seperti berikut:

  • Melakukan penyiangan
  • Pembumbunan
  • Pengaturan drainase dan aerasi
  • Pengendalian hama dan penyakit

Baca juga: Tips Menanam Jagung Hibrida agar Bertongkol Besar

Panen dan pasca panen

Jagung pipil kering biasanya dipanen setelah terbentuk lapisan hitam di ujung biji dan kulit tongkol atau klobot sudah kering. Apabila tidak segera dijual, sebaiknya jagung bersama klobotnya agar biji tidak mudah rusak dan bisa disimpan selama 3 sampai 4 bulan. Saat panen, kadar air juga harus rendah yakni sekitar 14 sampai 15 persen.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Varietas Tanaman
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Tips
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Varietas Tanaman
Ekonomi Babel: Lada Sebagai Andalan, Bukan Timah
Ekonomi Babel: Lada Sebagai Andalan, Bukan Timah
Varietas Tanaman
Masa Depan Pala Banda
Masa Depan Pala Banda
Varietas Tanaman
Revitalisasi Kebun Teh: Menyatukan Alam, Wisata, dan Harapan
Revitalisasi Kebun Teh: Menyatukan Alam, Wisata, dan Harapan
Varietas Tanaman
Pasar Organik dan Produk Perkebunan
Pasar Organik dan Produk Perkebunan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau