Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Hama Tanaman Kacang Hijau dan Cara Tepat Mengatasinya

Kompas.com, 12 Juli 2023, 13:02 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kendala yang sering dijumpai dalam budidaya kacang hijau yaitu serangan hama. Ada banyak jenis hama tanaman kacang hijau yang bisa mengganggu pertumbuhan hingga menurunkan kualitas panen komoditas ini.

Oleh karena itu, petani perlu mengenal jenis hama yang biasa menyerang tanaman kacang hijau dan cara pengendaliannya. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (12/7/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

1. Ulat jengkal

Ulat jengkal termasuk jenis hama yang sering dijumpai pada tanaman kacang hijau. Ciri khas ulat ini yaitu warnanya hijau dan memiliki garis cerah disisinya.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Menanam Kacang Hijau di Sawah

Ilustrasi ulat jengkal pada tanaman kacang hijauPixabay/jcesar2015 Ilustrasi ulat jengkal pada tanaman kacang hijau

Ulat ini bisa menyerang bagian tanaman yang lunak seperti tunas daun atau buah yang masih muda. Cara mengendalikan hama ulat jengkal pada tanaman kacang hijau yaitu dengan menyemprotkan insektisida maupun dengan memanfaatkan musuh alami berpua Apanteles sp. atau Liatomastix sp.

2. Kepik hijau

Kelik hijau biasanya menyerang polong kacang hijau dan menyebabkan polong keriput. Berbintik, dan rasanya pahit. Cara mengendalikan hama ini yaitu dengan memusnahkan telur atau imagonya. Selain itu, lakukan juga pergiliran tanaman untuk memutus siklus hidup hama ini.

3. Kepik polong

Selain kepik hijau, ada juga kepik polong yang menjadi salah satu hama tanaman kacang hijau. Gejala serangan hama ini bisa diketahui dari kulit kacang hijau yang berbercak coklat sampai kehitaman.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Kacang Hijau dengan Kapas di Rumah

Pengendalian populasi kepik polong bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida, menerapkan rotasi tanaman, dan melakukan penanaman serempak.

4. Lalat pucuk

Lalat pucuk adalah hama yang sering menempelkan telurnya pada bagian bawah daun. Saat telur berubah menjadi larva, maka larva tersebut akan menggerek batang tanaman dan menyebabkan tanaman kacang hijau layu lalu mati.

Jika menjumpai tanaman yang terserang hama ini, segera potong dan bakar agar hama ikut mati. Namun, saat populasinya sudah tidak terkendali, maka cara mengatasinya bisa dengan menyemprotkan pestisida kimia sesuai dosis yang dianjurkan.

Ilustrasi tanaman kacang hijauPEXELS/Karolina Grabowska Ilustrasi tanaman kacang hijau

5. Penggulung daun

Sesuai dengan namanya, hama ini menyebabkan daun tanaman menggulung. Di dalam daun yang menggulung, biasanya akan dijumpai ulat yang memakan daun dan menyebabkan daun rusak.

Cara mengendalikan hama ini yaitu dengan memangkas bagian daun yang terserang. Selain itu, bisa juga dengan melakukan rotasi tanaman atau penanaman serentak.

Baca juga: Cara Budidaya Kacang Hijau di Sawah

6. Kumbang tanah kuning

Serangan hama tanaman kacang hijau ini ditandai dengan adanya lubang pada daun, keping biji, dan batang tanaman yang masih muda. Lubang tersebut merupakan bekas gigitan kumbang kuning.

Cara tepat mengatasi serangan hama ini yaitu dengan menyemprotkan pestisida dan memanfaatkan predator seperti laba-laba.

7. Lalat kacang

Hama lalat kacang bisa menyebabkan bintik putih pada tunas tanaman. Nantinya, bintik putih tersebut akan berubah menjadi kuning dengan titik coklat di bagian tengahnya.

Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan pestisida atau memasang perangkap di malam hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau