Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kuntoro Boga
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementan

Praktisi, Peneliti dan Pengamat Pertanian

Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro

Kompas.com, 22 November 2025, 18:10 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Data menunjukkan sebagian besar produk yang diekspor masih dalam bentuk green bean (biji mentah), yang menandakan potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah.

Selain sebagai daerah produksi, Jawa Timur juga berfungsi sebagai gerbang ekspor kopi dari seluruh Pulau Jawa.

Sekitar 86 persen ekspor kopi Pulau Jawa dikirim melalui pelabuhan di provinsi ini, dan provinsi ini menyumbang hampir 48 persen total produksi kopi Jawa.

Dengan demikian, pelabuhan di wilayah Surabaya dan sekitarnya menjadi titik tumpu pergerakan kopi ke pasar dunia, mencakup kopi robusta dari Lampung hingga arabika legendaris Jawa.

Catatan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, menunjukkan bahwa volume ekspor kopi Jawa Timur telah mencapai puluhan ribu ton, menunjukkan bahwa kopi bukan sekadar komoditas domestik, tetapi juga penghasil devisa signifikan.

Di tingkat lokal, dampak ekonomi kopi terasa hingga ke akar rumput. Rantai usaha kopi melibatkan ratusan ribu petani dan pekerja perkebunan di Jawa Timur.

Di banyak desa, lebih dari 80 peren penduduk hidup bergantung pada kopi, mulai sebagai petani, buruh petik, pengolah, hingga pelaku usaha kecil olahan.

Namun tantangan tetap ada, yaitu harga jual di tingkat petani sering berfluktuasi, dan mereka acap kali tidak memiliki posisi tawar yang kuat.

Untuk itu, pemerintah dan berbagai asosiasi mendorong penguatan kelembagaan petani seperti koperasi dan kelompok tani, agar petani memperoleh akses pasar yang lebih langsung dan nilai yang mereka terima lebih layak.

Baca juga: Kopi Lampung, dari Kebun ke Dunia

Potensi kopi Jawa Timur yang sangat besar harus terus dioptimalkan lewat pengembangan dari hulu hingga hilir.

Di sisi budidaya, peningkatan kualitas menjadi kunci, misalnya melalui praktik pertanian berkelanjutan, pemupukan organik, varietas unggul, dan peremajaan tanaman tua.

Di sisi hilir, upaya hilirisasi dan branding makin digalakkan melalui pelatihan bagi industri kecil menengah kopi, pengemasan premium, dan perlindungan merek berbasis asal daerah (IG).

Wisata kopi juga muncul sebagai ceruk peluang baru, dengan desa-tematik wisata kebun kopi yang menggabungkan edukasi, pengalaman wisata, dan peningkatan pendapatan komunitas lokal.

Dengan strategi tepat, kopi Jawa Timur bisa terus menjadi komoditas unggulan yang mendukung kesejahteraan petani sekaligus daya saing global.

Menyongsong masa depan kopi Jawa Timur

Meski kilau kopi Jawa Timur tampak gemilang, di balik itu tersimpan tantangan sosial dan budaya yang tak bisa diabaikan. Salah satu yang paling mendesak adalah regenerasi petani.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau