Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Varietas Singkong Unggul yang Banyak Tumbuh di Indonesia

Kompas.com, 1 Februari 2023, 17:48 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Singkong merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak tumbuh di Indonesia. Jenis singkong yang dibudidayakan petani Indonesia ternyata sangat beragam.

Dikutip dari situ Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Rabu (1/2/2023), berikut ini beberapa varietas singkong dan keunggulannya.

1. Adira 1

Singkong ini memiliki rasa yang enak dengan daging umbi berwarna kuning. Hasil panen tanaman ini sekitar 25 ton/ha dengan umur panen sekitar 7 sampai 10 tahun.

Baca juga: Cara Menanam Singkong yang Benar agar Produktivitasnya Melimpah

Sifat unggul lain dari varietas ini yaitu agak tahan hama tungau merah dan tahan penyakit bakteri hawar daun. Jenis singkong ini cocok diolah menjadi keripik atau tape.

2. Adira 4

Ilustrasi tanaman singkong, menanam singkong.SHUTTERSTOCK/CHOTE BKK Ilustrasi tanaman singkong, menanam singkong.

Varietas singkong lainnya yaitu Adira 4. Tanaman ini memiliki hasil panen sekitar 40 ton/ha dengan umur panen sekitar 10 bulan.

Rasa singkong ini agak pahit, daging umbinya putih, mudah beradaptasi, dan agak tahan terhadap serangan tungau merah maupun harar daun.

3. Malang 1

Malang 2 merupakan jenis tanaman singkong yang memiliki potensi hasil panen mencapai 36 ton/ha. Umur tanaman ini sekitar 9 sampai 10 bulan.

Baca juga: Cara Menanam Singkong Gajah yang Benar

Rasa umbinya enak dan manis dengan daging umbinya berwarna putih kekuningan. Varietas ini cukup toleran terhadap serangan hama tungau merah maupun penyakit bercak daun.

4. Malang 4

Tak berbeda jauh dengan varietas Malang 1, singkong Malang 4 juga memiliki hasil umbi yang cukup besar yakni rara-rata 40 ton/ha. Umur panen tanaman ini 9 bulan.

Daging umbinya berwarna putih sehingga cocok diolah menjadi tepung. Keunggulan lainnya yaitu agak tahan terhadap serangan tungau merah. Sayangnya, singkong Malang 4 memiliki rasa pahit.

5. UK 1 Agritan

Varietas singkong unggul lainnya yaitu UK 1 Agritan. Potensi hasil varietas ini mencapai 75 ton/ha dengan umur panen antara 7 sampai 10 bulan. Rasa umbi ini tidak pahit, warna dagingnya putih. Selain itu, varietas ini juga cukup tahan terhadap tungau dan penyakit busuk akar atau umbi.

Baca juga: Simak, 5 Cara Meningkatkan Produksi Tanaman Singkong

Itulah sejumlah varietas singkong yang unggul. Selain kelima varietas yang sudah disebutkan, masih ada beberapa jenis singkong lain yang tak kalah unggul.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau