Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mencegah dan Mengendalikan Antraknosa Pada Cabai di Musim Hujan

Kompas.com, 4 Maret 2023, 15:02 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Antraknosa adalah salah satu penyakit tanaman cabai yang sering dijumpai saat musim hujan. Penyakit ini dikenal juga dengan nama penyakit busuk kering, cacar buah, api-api, patek, dan rapak.

Penyakit antraknosa pada cabai biasanya disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici dan Gloeosporium sp. Jamur tersebut bisa menginfeksi benih, bibit, hingga buah cabai yang masih muda atau hampir matang.

Serangan patogen penyebab penyakit antraknosa bisa menurunkan kuantitas dan kualitas cabai yang dihasilkan. Maka dari itu penyakit ini perlu dicegah sedini mungkin. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (4/3/2023), simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Penyakit Antraknosa agar Tidak Menyebabkan Kerugian

Cara mencegah antraknosa pada cabai

Salah satu upaya untuk mencegah penyakit antraknosa pada cabai yaitu dengan menanam benih yang sehat. Benih tersebut bisa diperoleh dengan cara membelinya di toko pertanian atau dengan membuatnya sendiri.

Ilustrasi tanaman cabai di musim hujanPixabay/TapioHirvikorpi Ilustrasi tanaman cabai di musim hujan

Jika ingin membuat sendiri, maka benih harus berasal dari buah cabai yang sehat dan tua. Setelah itu, ambil bijinya dan rendam dalam larutan fungisida selama 2 jam.

Selain itu, media semai yang digunakan juga harus steril. Cara sterilisasinya dengan mengukur media semai selama 30 menit.

Kemudian cek pH media semai tersebut. Jika pH-nya terlalu rendah, taburkan kapur pertanian atau dolomit sampai pH-nya ideal.

Lalu, tanam benih dalam media semai tersebut. Setelah tumbuh, semprotkan fungisida mancozeb dan fungisida propineb secara bergantian dengan dosis rendah.

Baca juga: 4 Cara Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Cabai

Cara mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai

Sementara itu, tanaman cabai yang sudah terlanjur penyakit antraknosa pengendalian harus dilakukan dengan tepat. beberapa tips mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai, seperti berikut:

  1. Lakukan pengapuran hingga pH-nya 6 sampai 7.
  2. Menggunakan pupuk kandang yang sudah terfermentasi sempurna.
  3. Memasang mulsa plastik agar tidak lembap saat hujan.
  4. Mengatur jarak tanam supaya tidak terlalu rapai.
  5. Penyemprotan fungisida.
  6. Semprotkan juga kalsium agar tanaman cabai lebih kuat.
  7. Musnahkan buah yang terserang agar tidak menular ke bagian tanaman lainnya.
  8. Bersihkan alat pertanian yang telah digunakan, terutama jika alat tersebut kontak langsung dengan cabai yang terinfeksi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau