Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pestisida dari Limbah Jambu Mete

Kompas.com - 26/04/2023, 14:37 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jambu mete merupakan salah satu komoditas perkebunan yang nilai ekonomisnya tinggi. Jambu mete menghasilkan biji yang diolah menjadi kacang mete.

Sementara itu, kulit kacang mete bisa dimanfaatkan sebagai pestisida. Para peneliti menyebutkan bahwa limbah jambu mete bisa diolah menjadi minyak yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.

Menurut penjelasan di Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, minyak jambu mete berfungsi sebagai insektisida. Cara kerjanya yaitu menghambat kerja enzim prostaglandin sintetase.

Baca juga: 5 Langkah Budidaya Jambu Mete agar Panennya Banyak

Enzim tersebut digunakan untuk pembentukan prostaglandin yang berperan dalam sistem fisiologis dan reproduksi serangga. Keunggulan lain dari pestisida limbah jambu mete yaitu ramah lingkungan, sehingga bisa menunjang pertanian berkelanjutan.

Proses pembuatan pestisida dari limbah jambu mete cukup mudah. Berikut penjelasan selengkapnya.

Jambu metePixabay/pmfa Jambu mete

Cara membuat pestisida dari limbah jambu mete

Proses pembuatan pestisida dari limbah jambu mete sebenarnya cukup sederhana. Kulit mete dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dipanaskan di atas tungku berisi minyak goreng.

Minyak goreng yang digunakan tidak perlu terlalu banyak karena fungsinya hanya untuk membantu mengeluarkan minyak mete.

Baca juga: Cara Menanam Jambu Mete dari Biji agar Cepat Tumbuh

Teknik lain yang dapat digunakan untuk mengeluarkan minyak mete yaitu dengan menggiling kulit mete dengan mesin khusus. Setelah itu, tampung minyak mete pada wadah yang bersih.

Untuk menghasilkan minyak mete yang jernih, butuh waktu sekitar dua minggu. Minyak dari kulit mete bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan menjadi nilai tambah dari tanaman jambu mete.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau