Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Bunga Mawar agar Berbunga Banyak

Kompas.com - 16/08/2022, 17:06 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Baca juga: 5 Fakta Menarik Bunga Mawar, Bisa Dimakan hingga Punya Beragam Makna

2. Pemupukan

Untuk bunga tumbuh optimal, berikan pupuk untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman tersebut. Jenis pupuk yang diberikan berasal dari pupuk organik dan anorganik.

Pupuk organik yang diberikan berupa pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha atau 0,5 kg/tanaman. Pupuk ini diberikan sebelum menanam sebagai pupuk dasar. 

Sementara itu, pupuk anorganik diberikan dua kali dalam satu minggu, dengan komposisi EC 1,5 dS/m, yang terdiri atas; NO3- 158 mg/l, NH4-N 18 mg/l, P 38 mg/l, K 196 mg/l, S 40 mg/l, Ca 140 mg/l, Mg 18 mg/l, Fe 1,4 mg/l, Mn 0,3 mg/l, Zn 0,2 mg/l, B 0,2 mg/l, B 0,2 mg/l, Cu 0,05 mg/l, dan Mo 0,05 mg/l.

Pemupukan bunga mawar bisa diberikan dalam sistem orogasi otomatis bersama dengan penyiraman.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Bunga Mawar agar Cepat Berbunga

4. Sistem arsitektur tanaman

Ilustrasi bunga mawar Rosa Munstead Wood yang mengeluarkan aroma harum. SHUTTERSTOCK/J NEED Ilustrasi bunga mawar Rosa Munstead Wood yang mengeluarkan aroma harum.

Bagian tanaman atau tunas yang tidak produktif dirundukan di atas mata tunas kedua atau ketiga. Namun, perundukan ini tangkainya tidak boleh patah. 

Perundukan ini dikenal dengan istilah bending. Cara menanam bunga mawar dengan sistem Jepang, bending dilakukan satu arah.

5. Pemeliharaan tanaman

Dalam budi daya bunga mawar, lakukan  pemeliharaan tanaman. Perawatan yang biasa dilakukan adalah pengendalian hama dan penyakit.

Selain itu, lakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di area budi daya. Penyiangan biasanya dilakukan dua minggu sekali atau tergantung dari populasi gulma di tempat tersebut.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau