Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Durian Berbuah di Luar Musimnya

Kompas.com, 22 Agustus 2022, 09:01 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Buah durian banyak digemari masyarakat Indonesia karena rasanya yang lezat. Oleh sebab itu, komoditas durian sangat potensial untuk diusahakan karena memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang tinggi.

Dilansir laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Senin (22/8/2022), permintaan durian yang semakin meningkat perlu disikapi dengan pemanfaatan teknologi kultur teknis yang tepat. Saalah satunya adalah penggunaan teknik membuahkan durian di luar musim.

Penggunaan teknik ini sebenarnya belum banyak diterapkan dan diketahui oleh masyarakat.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Durian agar Buahnya Lebat

Ilustrasi tanaman durian, pohon durian. SHUTTERSTOCK/KOSOL PHUNJUI Ilustrasi tanaman durian, pohon durian.

Berikut beberapa kriteria tanaman durian yang dapat dibuahkan di luar musim.

  • Tanaman sehat, yaitu percabangan yang merata, daun hijau tua dan mengkilap, dan tidak terserang hama dan penyakit.
  • Tanaman sudah pernah berbunga.
  • Sebaiknya tanaman tidak dalam fase pertumbuhan tunas baru dan daun baru.

Cara membuat durian berbuah di luar musim

Ada dua cara membuat durian berbuah di luar musim, yakni cara mekanis dan cara kimiawi. Berikut penjelasan dan panduan caranya.

1. Cara mekanis

Prinsip cara mekanis ini adalah mengubah perbandingan unsur karbon (C) dan nitrogen (N) dalam tanaman. Cara mekanis dapat dilakukan melalui lima metode, yakni sebagai berikut.

Baca juga: 6 Tips Menanam Durian di Halaman Belakang Rumah

Kerat, dengan mengerat pembuluh floem (kulit pohon) secara melingkar sepanjang lingkaran pohon sampai terlihat pembuluh xilem (kayu pohon).

Pruning, yaitu dengan memangkas daun, cabang dan ranting sehingga tanaman menyisakan sedikit daun.

Ilustrasi Durian, buah Durian. PIXABAY/NAJIB ZAMRI Ilustrasi Durian, buah Durian.

Pelukaan, yaitu melukai pembuluh floem dengan benda tajam, bisa dengan mengerok, mencacah, memaku, atau mengiris kulit kayu.

Pengikatan, yaitu dengan mengikat erat pohon dengan kawat sehingga transpor hasil fotosintesa pembuluh floem terhambat.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Stek Durian agar Pertumbuhannya Cepat

Stressing air, yaitu tidak menyiram tanaman hingga mencapai titik layu permanen. Kemudian, dengan tiba-tiba dilakukan penggenangan pada perakaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.

Cara mekanis memiliki kelemahan, yaitu tidak terukur, jika aplikasinya kebetulan pas maka akan berhasil namun jika tidak pas tanaman tidak kunjung berbuah. Beberapa petani enggan melakukan hal ini karena dapat merusak pohon secara fisik dan fisiologi.

2. Cara kimiawi

Cara membuat durian berbuah di luar musim melalui cara kimiawi adalah dengan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) atau hormon Paklobutrazol.

Paklobutrazol merupakan zat penghambat tumbuh (growth retardant) bersifat menghambat biosintesis giberilin yang efektif menurunkan pertumbuhan vegetatif tanaman sehingga dapat merangsang pembungaan. Beberapa merek paklobutrazol adalah Patrol, Cultar, dan Goldstar.

Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Menanam Durian dari Biji

Cara aplikasinya yaitu dengan penyemprotan pada tanah dengan dosis yang tertera pada produk. Teknik yang lainnya yaitu dengan injeksi, caranya batang dibor sedalam 3-7 cm pada tinggi batang 1 meter dari tanah.

Kemudian, suntikkan ZPT tersebut sebanyak 20 ml per pohon dengan menggunakan spuit tanpa jarum. Lalu, lubang kembali ditutup dengan cairan lilin agar tidak masuk air hujan.

Umumnya dengan teknis kimiawi, pohon durian akan berbunga tiga bulan setelah aplikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau