JAKARTA, KOMPAS.com - Wortel merupakan sayuran yang banyak dijumpai di Indonesia. Biasanya wortel ditanam di dataran tinggi. Namun ternyata, budi daya bisa dilakukan dimana saja termasuk di dataran menengah hingga rendah.
Cara menanam wortel di dataran menengah hingga rendah tidak berbeda jauh dengan menanam wortel di dataran tinggi. Dikutip dari Repositori Kementerian Pertanian, Selasa (30/8/2022), berikut tata cara budi daya wortel di dataran rendah.
Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Tomat dan Wortel di Apartemen
Area lahan yang akan digunakan untuk menanam wortel harus dibersihkan terlebih dahulu dari semak belukar, sisa tanaman, dan gulma. Setelah itu, gemburkan tanah menggunakan cangkul atau traktor.
Pengolahan lahan yang sempurna akan membuat pertumbuhan wortel semakin maksimal. Lahan diolah hingga kedalaman 30 cm, kemudian dibuat bedengan dengan lebar 1 m dan tinggi 20 cm.
Ilustrasi menanam wortel di air.Benih wortel yang digunakan yaitu benih yang bernas dan sudah disimpan tidak lebih dari 6 bulan. Pasalnya, benih wortel yang sudah disimpan terlalu lama, tingkat pertumbuhannya menurun.
Baca juga: Cara Menanam Wortel dari Wortel, Pakai Air hingga Koran
Sebelum mulai menanam, benih wortel harus direndam dalam air semalaman. Kemudian tiriskan benih dan kering anginkan.
Cara menanam wortel bisa dilakukan dengan sistem larikan atau ditrabur rata. Benih wortel yang ditanam dengan sistem larikan, ditanam dengan jarak 15 cm antar laritan dan 15 cm dalam larikan.
Kemudian, taburkan tanah tipis-tipis untuk menutup benih wortel. Terakhir, pasang mulsa untuk menutup bedengan.
Pemasangan bertujuan untuk menjaga kelembapan, mengurangi pengubapan, dan mencegah benih hilang terbawa angin atau air. Mulsa kemudian, dibuka saat tanaman berumur 7-15 hari setelah tanam (HST).
Jenis pupuk yang diberikan dalam budi daya wortel cukup beragam, mulai dari pupuk kandang, urea, dolomit, SP-36, KCL, dan NPK 16:16:16. Adapun dosis pupuk yang diberikan, seperti berikut:
Baca juga: Tips Aplikasi Pupuk NPK Pelangi yang Benar
Ilustrasi, tanaman wortelPupuk kandang, dolomit, dan SP36 bisa diberikan saat berumur 7-10 hari sebelum tanam. Sedangkan, pupuk lainnya diberikan dua tahap.
Tahap pertama pada umur 30 dan 50 HST, kecuali KCl yang diberikan pada tanaman berumur 50 HST. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat larikan tangkal untuk tempat meletakan pupuk.
Kemudian, tutup larikan tersebut agar pupuk tidak tercuci air dan tidak menguap saat sinar matahari sedang terik.
Pemeliharaan wortel yang perlu dilakukan yaitu penyiraman, penjarangan, dan pembumbunan. Penyiraman harus dilakukan terlebih daat tanaman masih muda dan jarang turun hujan.
Baca juga: Cara Membuat Pupuk Tanaman Pakai Garam Dapur
Sementara itu, penjarangan dilakukan saat umrut tanaman 30 HST. Penjarangan dilakukan agar wortel tumbuh dengan baik dan mengurangi persaingan antar tanaman.
ilustrasi wortel lengkap dengan daunnya atau green wortel. Selain itu, pemeliharaan yang perlu dilakukan yaitu pembumbunan. Kegiatan ini dilakukan untuk menimbun umbi wortel yang muncul ke atas permukaan tanah sebelum panen.
Pengendalian hama bisa dilakukan dengan aplikasi insektisida berbahan aktif Deltrametrin, Klorantraniliprol, dan Permetrin. Sedangkan pengendalian penyakit dilakukan dengan cara aplikasi fungisida maupun bakterisida tergantung pada patogen yang menyerang.
Umur panen wortel biasanya 90 HST. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut tanaman hingga umbinya terangkat kemudian bersihkan dari tanah dan sisa akar yang masih menempel pada umbi wortel.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.