Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Padi Sistem Jajar Legowo yang Efisien dan Menguntungkan

Kompas.com, 13 September 2022, 21:00 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Maka dari itu, teknik budi daya padi yang efisien terus dikembangkan.

Salah satu sistem penanaman padi yaitu sistem jajar legowo. Lalu, bagaimana cara menanam padi dengan sistem jajar legowo? Simak ulasan berikut untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Baca juga: Panduan Seleksi Benih Padi Pakai Garam dan Telur

Mengenal sistem tanam jajar legowo

Sistem tanam jajar legowo adalah sistem menanam padi dimana diantara barisan tanaman padi terdapat lorong kosong yang lebar dan memanjang sejajar dengan barisan tanaman padi.

Pertanaman padiPixabay/miakihiro0 Pertanaman padi
Ada juga yang menyebutkan jajar legowo sebagai cara mengatur jarak tanam antar rumpun dan baisan secara teratur. Sistem tanam ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain sebagai berikut. 

  1. Bisa meningkatkan produksi padi sekitar 12-22%.
  2. Sistem ini dapat memberikan ruang luas yang mampu menutup sebagian biaya usaha tani. Dengan demikian, pendapatan petani bisa meningkat.
  3. Rumpun padi yang ditanam di barisan pinggir hasilnya bisa 1,5-2 kali lebih tinggi dibandingkan padi yang ditanam di barisan bagian dalam.
  4. Jumlah rumpun padi bisa meningkat hingga 33%/ha.
  5. Memudahkan pemeliharaan tanaman.
  6. Bisa meningkatkan pendapatan usaha tani sekitar 30-50%.
  7. Hasil gabah kering panen lebih tinggi dibandingkan sistem tanam tegel.

Baca juga: Cara Menanam Padi Gogo di Lahan Kering

Bagaimana cara menanam padi sistem jajar legowo?

Secara umum, cara menanam padi dengan sistem jajar legowo tidak berbeda dengan sistem tanam padi lainnya. Mengutip dari keterangan di situs PPID Kementerian Pertanian, Selasa (13/9/2022), berikut tata cara menanam padi jajar legowo.

Benih padi

Benih padi yang digunakan yaitu padi varietas unggul dan berlaber. Biasanya, untuk penanaman padi dengan sistem jajar legowo memerlukan benih sekitar 25 kg/ha.

Menyemai benih

Luas lahan semai dibuat sekitar 10% dari lahan yang akan digunakan untuk menanam padi. Persemaian dilakukan dengan menaburkan benih pada lahan semai dan tunggu sekitar 15-17 hari.

Pengolahan lahan

Tanah diolah semburkan dengan cara 2 kali bajak dan 2 kali garu hingga kedalaman 15-20 cm. Bersama dengan pengolahan lahan, buat juga pematangan sawah dan saluran drainase.

Baca juga: Pedoman Budidaya Tanaman Padi yang Benar agar Hasilnya Melimpah

Petani mengangkat bibit padi usai dicabut dari menyemaian di areal persawahan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/6/2022). Petani di daerah itu masih mempertahankan metode menanam padi dengan sistem tanam batang padi sebab lebih menguntungkan untuk mendapatkan panen melimbah ketimbang dengan sistem tanam benih langsung. ANTARA FOTO/Jojon/hp. JOJON Petani mengangkat bibit padi usai dicabut dari menyemaian di areal persawahan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/6/2022). Petani di daerah itu masih mempertahankan metode menanam padi dengan sistem tanam batang padi sebab lebih menguntungkan untuk mendapatkan panen melimbah ketimbang dengan sistem tanam benih langsung. ANTARA FOTO/Jojon/hp.

Penanaman padi

Sistem tanam jajar legowo setidaknya tebagi menjadi empat jenis yaitu jajar legowo 2:1, 4:1, 6:1, dan 8:1. Berikut penjelasannya.

1. Jajar legowo 2:1

Pada sistem tanam ini setidap dua barisan tanam terdapat lorong selebar 40 cm. Jarak tanam antar barisan 20 cm, jarak dalam barisan 10 cm. Bibit padi ditanam sesuai dengan jarak tanam yang sudah ditentukan.

2. Jajar legowo 4:1

Sistem tanam jajar legowo 4:1 setiap empar barisan tanam terdapat lorong dengan lebar 40 cm. jarak tanam antar barisan 20 cm dan jarak dalam barisan 10 cm. Bibit padi kemudian ditanam sesuai dengan jarak tersebut.

Baca juga: Tips Memperbanyak Anakan Padi agar Produksi Meningkat

3. Jajar legowo 6:1

Pada jajar legowo 6:1, setiap enam barisan tanam terdapat lorong selebar 40 cm dengan jarak antar barisan 20 cm dan jarak dalam barisan 10 cm.

4. Jajar legowo 8:1

Pada sistem tanam ini, setiap delapan barisan tanam ada lorong selebar 40 cm. jarak antar barisan 20 cm dan jarak dalam barisan 10 cm.

pertani sedang melakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padipixabay/wuzefe pertani sedang melakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi

Pemeliharaan

Beberapa jenis perawatan yang perlu dilakukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman padi yaitu pengairan, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama serta penyakit. Pengairan harus dilakukan secara rutin karena padi termasuk tanaman yang tumbuh di lahan tergenang.

Pemupukan diberikan dengan cara disebar. Jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk Urea, SP36, dan KCl. Penyiangan dilakukan saat tanaman berumur 10-15 hari atau tergantung populasi gulma di area budidaya tersebut.

Baca juga: 5 Cara Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi

Sedangkan pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan secara terpadu yaitu dengan memadukan pengendalian fisik, biologi, dan kimiawi.

Panen

Waktu panen padi sistem jajar legowo sesuai dengan varietasnya. Cara panennya yaitu dengan memotong bagian malai padi. Setelah itu, lakukan tindakan pascapanen untuk memisahkan bulir padi dengan tangkainya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau