Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Air Kelapa untuk Budidaya Jamur Tiram, Tingkatkan Produksi

Kompas.com - 24/09/2022, 14:01 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Cirinya, miselium jamur tiram yang berwarna putih menyelimuti seluruh media tanam (baglog).

Ilustrasi jamur tiram, ilustrasi baglog.SHUTTERSTOCK / I Fans Ilustrasi jamur tiram, ilustrasi baglog.

4. Pemeliharaan

Setelah media tanam ditumbuhi miselium jamur dengan ditandai perubahan warna dari coklat (warna serbuk kayu) menjadi putih penuh atau merata seperti warna tempe, kemudian melakukan penyobekan plastik bagian atas sekitar 2 cm.

Baca juga: 7 Tips Budidaya Jamur Tiram di Rumah agar Tumbuh Subur

Penyorokan dapat dilakukan pada satu atau dua tempat dengan menggunakan cutter atau dengan menggunakan alat lain. Untuk menjaga kelembapan, dilakukan penyiraman dua sampai tiga kali sehari dengan sprayer.

5. Perlakuan penyiraman dengan air kelapa

Penyiraman dengan menggunakan air kelapa pada media tanam dimulai setelah baglog ditumbuhi miselium jamur dan penutup baglog dibuka, yaitu sekitar empat sampai lima minggu setelah penanaman bibit.

Volume air kelapa yang digunakan untuk penyiraman media tanam adalah 1 ml untuk setiap baglog dengan interval waktu penyiraman air kelapa pada miselium tanam, yaitu tiga hari sekali.

6. Panen

Jamur yang telah siap untuk dipanen berkisar 50 hari setelah pembibitan. Panen dapat dilakukan dengan cara mencabut jamur hingga ke pangkal tangkai buah, agar tidak menjadi kering dan menghalangi tumbuhnya pinhead berikutnya.

Baca juga: Mengenal Baglog yang Digunakan dalam Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram putih dapat dipenen sebanyak 6 kali.

Manfaat air kelapa untuk budidaya jamur tiram

Melalui perlakuan penyiraman dengan air kelapa per tiga hari sekali, diketahui dapat menghasilkan jumlah tubuh jamur tiram yang cukup banyak, yakni 1,55 dibanding dengan tanpa penyiraman air kelapa yang hanya menghasilkan 1,4 badan buah.

Selanjutnya, berat basah badan buah jamur tiram juga mengalami peningkatan sebesar 13 persen.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau