Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Air Kelapa untuk Budidaya Jamur Tiram, Tingkatkan Produksi

Kompas.com - 24/09/2022, 14:01 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

  • Kapur dolomit
  • Aluminium foil
  • Karet gelang
  • Serbuk kayu 100 persen
  • Air 60 atau 70 persen
  • Kapur dolomit 2 persen
  • Dedak 10 persen

Ilustrasi jamur tiram. FREEPIK/AZERBAIJAN_STOCKERS Ilustrasi jamur tiram.

Campur serbuk kayu, kapur dolomit, dan dedak sampai merata. Tambahkan air pada campuran media tersebut hingga diperoleh kadar air sekitar 60 atau 70 persen.

Masukkan media yang sudah dicampur kedalam kantong plastik polyprolylene, padatkan.

Baca juga: Cara Budidaya Jamur Tiram Pakai Serbuk Gergaji, Mudah dan Sederhana

Beri cincin paralon pada bagian atas kantong plastik, lalu tutup dengan kapas, lapisi dengan aluminium foil dan ikat dengan karet.

2. Sterilisasi

Sterilisasi menggunakan drum dengan ukuran 100 liter yang telah diisi air sebanyak tiga per empat bagian. Sterilisasi dilakukan dengan cara baglog yang telah padat dan diikat dengan karet dimasukkan kedalam drum sterilisasi dan susun hingga rapi.

Tutup bagian atas drum dengan plastik dan ikat. Diamkan hingga 8 jam dengan api yang membara agar media steril dengan merata setelah suhu mencapai 60 derajat celcius.

3. Penanaman atau inokulasi

Sebelum tanam, siapkan alat-alat seperti pinset, api dari spritus dan alkohol ruang sterilisasi. Buka penutup log dan masukkan bibit kedalam media tanam dengan pinset yang terlebih dahulu dicelupkan ke dalam alkohol dan dipanaskan di atas nyala lampu spiritus.

Baca juga: Tertarik Budi Daya Jamur Tiram? Ini Modal yang Harus Disiapkan

Biarkan pinset selama 15 detik untuk mencegah terjadinya kontaminasi dari udara luar, baru ambil bibit dan ikat ke dalam log. Tutup kembali penutup log dan ikat dengan karet.

Pindahkan media tanam yang telah ditanami bibit tersebut ke dalam ruangan inkubasi sampai tumbuh miselium jamur. Lamanya penumbuhan miselium jamur adalah empat sampai lima minggu.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau