Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Wortel dari Umbi Dalam Pot

Kompas.com - 24/09/2022, 15:30 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Tutup kembali lubang tanam tersebut dan siram dengan air secukupnya. Letakan pot di luar ruangan untuk mendapatkan intensitas sinar matahari langsung.

Pemangkasan

Saat tinggi tanaman sudah mencapai 3 cm, lakukanlah pamangkasan daun sebagai perawatan awal. Pemangkasan daun akan membuat tanaman tumbuh dengan baik.

Ilustrasi menanam wortel di air.SHUTTERSTOCK/HELEN KOSAREVA Ilustrasi menanam wortel di air.

Pembumbunan

Jika akar tanaman muncul ke permukaan tanah, sebaiknya segera lakukan pembumbunan atau penimbunan akar menggunakan tanah. Tujuannya agar akar tetap berada di dalam tanah.

Akar yang muncul kepermukaan tanah membuat akar tersebut terpapar sinar matahari langsung. Kondisi tersebut bisa membuat wortel berwarna hijau dan tidak bisa dikonsumsi.

Baca juga: Cara Menanam Wortel dari Wortel, Pakai Air hingga Koran

Pemupukan

Jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk cair atau pupuk kering. Pemupkan diberikan saat tanaman sudah memiliki tinggi 8-10 cm. pemupukan dilakukan sekali dalam 2 minggu.

Pengendalian penyakit

Wortel sangat rentan dengan serangan jamur patogen. Tanaman yang sudah terserang jamur patogen pertumbuhannya akan terganggu dan produktivitasnya menurut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, aplikasikan fungisida sesuai dengan anjuran yang tertera pada kemasan.

Baca juga: Usia Panen Tanaman Wortel dan Cara Memanennya

Panen

Tanaman wortel bisa dipanen saat berumur 2-2,5 bulan. Lakukan pemanenan tepat waktu karena panen wortel yang terlambat akan menyebabkan rasa sayuran ini tidak enak.

Cara panennya yaitu dengan mencabut tanaman sampai ke umbi. Kemudian pisahkan antara umbi dengan tangkai atau daunnya dan bersihkan dari tanah yang masih menempel.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau