Setelah berumur 20 hari setelah semai, bibit sudah bisa dipindahkan ke bedengan. Tanam bibit dalam lubang tanam yang sudah dibuat dengan jarak tanam 60 x 70 cm.
Pemupukan susulan bisa dilakukan semi organik. Artinya pupuk yang diberikan tidak 100% pupuk organik.
Hanya saja, porsi pupuk kimia harus dikontrol dan diupayakan sedikit mungkin. Pemupukan semi organik ini bertujuan agar unsur hara makro tersedia untuk tanaman dalam jumlah yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Baca juga: 5 Penyakit pada Tanaman Terong yang Merugikan
Pada umur 4 minggu, tanaman terong lalap akan muncul tunas air pada setiap batangnya. Tunas air tersebut sebaiknya dibuang saja. Hal tersebut dikarenakan tunas air bisa menggunakan nutrisi dalam jumlah banyak.
Pengendalian hama pada tanaman terong bisa disesuaikan dengan jenisnya. Hama seperti ulat dan thrips bisa dikendalikan dengan cara mengaplikasikan pestisida nabati dari tembakau dan daun sirih.
Terong lalap, terong bulatSedangkan untuk hama lain seperti kumbang, lalat buah, kepik, dan lain sebagainya bisa dikendalikan dengan memasang perekat sebagai perangkap.
Baca juga: 5 Penyakit pada Tanaman Terong yang Merugikan
Tanaman terong bisa dipanen lebih dari sekali. Pemanenan pertama biasanya dilakukan saat tanaman berumur 3-4 bulan atau tergantung dari varietas yang ditanam. Kemudian pemanenan berikutnya bisa dilakukan 3-7 hari sekali.
Cara panennya yaitu dengan memetik buah yang siap panen. Ciri buah siap panen yaitu ukurannya sudah maksimum.
Sementara itu, waktu panen bisa dilakukan pagi atau sore hari saat cuaca cerah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.