Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Kepala Ikan untuk Tanaman Jagung dan Cara Menggunakannya

Kompas.com - 01/10/2022, 08:20 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman jagung, menanam jagung, budidaya jagung.SHUTTERSTOCK/ZELJKO RADOJKO Ilustrasi tanaman jagung, menanam jagung, budidaya jagung.

Risiko penggunaan kepala ikan untuk tanaman jagung

Meskipun kepala ikan akan menyuburkan jagung sehingga tumbuh dengan baik, namun kepala ikan dapat menyebabkan beberapa masalah yang tidak terduga. Pertama, jika Anda tidak mengubur ikan cukup dalam, mungkin akan berbau saat membusuk.

Selain itu, bahkan jika Anda tidak bisa mencium baunya, anjing dan hewan liar lainnya, seperti rakun bisa menciumnya dan menggali tanah untuk mengambil kepala ikan.

Cara lain untuk menyuburkan tanaman jagung

Mengubur kepala ikan untuk memberi nutrisi tanaman jagung adalah cara cerdas untuk menggunakan sisa ikan, tetapi itu bukan satu-satunya pilihan. Sebarkan kompos atau pupuk kandang sampai kedalaman 8 inci.

Baca juga: Cara Memberi Pupuk Tanaman Jagung dengan Sistem Kocor

Tepung darah adalah pupuk organik efektif yang melepaskan nitrogen dalam jumlah tinggi secara perlahan. Aplikasikan dengan kecepatan 1 cangkir per 9 meter persegi tanah, atau sesuai dengan petunjuk pada kemasan.

Terlepas dari metode mana yang Anda pilih, Anda mungkin perlu memberikan nutrisi tambahan pada pertengahan musim kemarau. Jagung membutuhkan pasokan nutrisi yang stabil untuk menghasilkan buah yang manis dan penuh.

Anda juga bisa menggunakan pupuk 10-10-10 konvensional, diterapkan pada dosis 2 hingga 2,5 kg per 9 meter persegi tanah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau