Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ciri-ciri Padi Terserang Hama Penggerek Batang dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 02/10/2022, 18:52 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Pengendalian cara ini berguna menekan populasi penggerek batang di alam sehingga tidak merusak tanaman padi

Baca juga: 4 Cara Mengusir Burung pada Tanaman Padi

  • Pengendalian secara mekanik

Ilustrasi tanaman padi. PIXABAY/ZCF428526 Ilustrasi tanaman padi.

Pengendalian secara mekanik dilakukan dengan cara mengambil telur penggerek batang secara intensif. Biasanya, cara ini dilakukan saat padi masih di persemaian.

Cara lainnya, memotong batang padi yang dekat dengan tunggul saat panen. Langkah ini dipilih karena saat panen hama penggerek padi masih ada dalam batang dan belum sampai ke tunggul. Langkah ini berguna memutus rantai perkembangbiakan hama tersebut.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Padi yang Terserang Wereng dan Upaya Pengendaliannya

Selain memusnahkan telur dan larva, Anda juga bisa melakukan penangkapan ngengat dengan menggunakan perangkap atau lampu. Cara ini ampuh mengendalikan hama penggerek batang di area pertanaman padi.

  • Pengendalian secara kultur teknis

Cara mengendalikan hama penggerek batang padi juga bisa dilakukan secara kultur teknis. Teknik pengendalian ini dilakukan dengan mengatur waktu tanam, rotasi tanaman, pengatur drainase tanaman, pemupukan berimbang, dan menanam varietas tahan penggerek batang. 

Baca juga: Jangan Asal, Ini Cara Tepat Memupuk Tanaman Padi

  • Pengendalian secara kimiawi

Pengendalian kimiawi bisa dilakukan saat populasi hama sudah melebihi ambang batas ekonomi. Cara pengendalian ini dengan mengaplikasikan insektisida. Namun, aplikasi insektisida harus tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu, dan tepat cara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau