Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Manfaat Mulsa Plastik untuk Tanaman?

Kompas.com - 31/10/2022, 17:06 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, semangka, melon, dan sebagainya, seringkali dijumpai tanah bedengan diselimuti plastik berwarna perak, hitam, maupun transparan. Apa sebenarnya plastik tersebut dan apa fungsinya untuk tanaman?

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Senin (31/10/2022), plastik yang digunkan untuk menyelimuti tanah bedengan itu adalah mulsa plastik.

Ada beberapa jenis mulsa plastik yang banyak digunakan oleh petani, yakni sebagai berikut.

Baca juga: Jenis-jenis Traktor yang Digunakan untuk Mengolah Lahan Pertanian

Ilustrasi penggunaan mulsa plastik di lahan pertanian.WIKIMEDIA COMMONS/YIGAL SHARGIA Ilustrasi penggunaan mulsa plastik di lahan pertanian.

  • Mulsa plastik hitam perak (MPHP)
  • Mulsa plastik perak perak
  • Mulsa plastik jernih (transparan).

Mulsa plastik adalah sebuah lembaran plastik yang akan menutup zona lahan pada tanaman budidaya.

Fungsi mulsa plastik untuk tanaman adalah untuk menjaga dan melindungi segala permukaan tanah dari terjadinya pengikisan, lalu menjaga kadar kelembapan serta juga struktur pada tanah, dan pula menghalangi perkembangan hama gulma.

Mulsa plastik ini tergolong juga ke dalam ragam plastik anorganik, karena plastik ini terbuat dari sebagian bahan polietilena yang mempunyai intensitas rendah yang bisa dijadikan via tahap polimerisasi etilen di bawah dampak tekanan yang tinggi.

Baca juga: 5 Jenis Alat dan Mesin Pertanian yang Mempermudah Pekerjaan Petani

Secara umum, berikut beberapa fungsi mulsa plastik untuk tanaman.

  • Melindungi tanah dari daya rusak butir hujan.
  • Meningkatkan penyerapan air oleh tanah.
  • Mengurangi volume dan kecepatan aliran permukaan (mengurangi erosi).
  • Menjaga suhu dan kelembapan tanah.
  • Memelihara kandungan bahan organik tanah.
  • Mengendalikan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma).

Ilustrasi penggunaan mulsa plastik di kebun sayuran. SHUTTERSTOCK/MACIEJ BLEDOWSKI Ilustrasi penggunaan mulsa plastik di kebun sayuran.

Fungsi mulsa plastik adalah menjaga wujud tekstur tanah agar tidak kencang kering, serta mencegah tumbuhnya tumbuhan liar atau gulma yang dapat mengganggu tumbuhan induk.

Pemakaian mulsa plastik juga melindungi tumbuhan dari gangguan binatang penggangu ataupun hama penggangu.

Baca juga: Kapur Dolomit: Fungsi dan Manfaatnya untuk Pertanian hingga Tambak

Pengontrolan mulsa plastik, lazimnya tak jarang diterapkan pada budidaya tumbuhan dengan metode intensifikasi produksi, contohnya tumbuhan hortikultura berjenis sayuran.

Dengan pengaplikasian mulsa plastik diharapkan hasil panen bakal menjadi meningkat serta kualitas dan kualitas hasil panen bakal lebih bagus lagi.

Warna perak digunakan menghadap ke bagian luar atau menghadap ke matahari. Fungsi pewarnaan perak adalah untuk memantulkan cahaya matahari.

Pada tanaman, pantulan cahaya matahari dari mulsa membantu proses fotosintesis. Dengan begitu, proses fotosintesis menjadi optimal. Pada tambak, pantulan cahaya matahari pada mulsa membantu mengurangi pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga kualitas air tetap terjaga.

Baca juga: 26 Jenis Sprayer Pertanian, Apa Saja?

Untuk mulsa plastik warna hitam digunakan di bagian bawah, yang langsung menghadap tanah. Warna hitam menyerap cahaya matahari sehingga tanah akan tetap lembap.

Tanah yang lembap merupakan tempat tumbuh optimal bagi akar. Ketiadaan cahaya matahari di bawah lapisan mulsa akan menghambat bahkan menghilangkan pertumbuhan gulma.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau