Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Agar Bunga Durian Tidak Rontok, Bagaimana Caranya?

Kompas.com, 7 Desember 2022, 11:00 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tanda tanaman durian bisa berbuah yaitu dengan munculnya bunga. Saat tanaman mulai berbunga, maka besar kemungkinan tanaman tersebut akan berbuah dalam waktu dekat.

Maka dari itu, tanaman yang mulai berbunga harus dirawat dengan baik agar bunga tidak rontok. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (7/12/2022), berikut sejumlah cara agar bunga durian tidak rontok.

Baca juga: Cara Pemupukan Durian Musang King supaya Buahnya Banyak

Pemupukan berimbang

Cara mengatasi bunga durian agar tidak rontok bisa dilakukan dengan memberikan pupuk yang berimbang dan teratur. Saat tanaman masih muda, tanaman durian dipupuk dengan pupuk kandang.

Ilustrasi tanaman durianShutterstock/ME Image Ilustrasi tanaman durian

Setelah itu, tanaman durian diberikan pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis 200 g per pohon setiap tahunnya. Saat tanaman mulai berbunga, pemupukan ditingkatkan menjadi 600 g per pohon.

Mengatasi kerontokan karena faktor fisik

Salah satu faktor yang menyebabkan bunga durian rontok yaitu karena faktor fisik seperti curah hujan tinggi. Hujan terus menerus bisa menyebabkan penyerbukan terhambat.

Baca juga: 5 Tips Agar Pohon Durian Berbuah Lebat

Hal inilah yang membuat bunga rontok sebelum buah muncul. Selain rontok karena curah hujan tinggi, cuaca panas yang terlalu ekstrim juga bisa menyebabkan bunga rontok.

Kondisi lingkungan yang terlalu panas membuat vigor benang sari rendah dan sulit untuk menyerbuki putik. Hal ini berpotensi menyebabkan bunga layu dan rontok.

Oleh karena itu, tips mengatasi bunga durian rontok akibat hujan lebat yaitu dengan melakukan penyerbukan tanaman durian secara manusia. Penyerbukan manual akan membuat proses pembuahan tetap terjadi meskipun intensitas hujannya tinggi ataupun cuacanya terlalu panas.

Mengatasi bunga rontok akibat faktor biologis

Bunga durian juga bisa rontok karena faktor biologis, seperti serangan hama dan penyakit. Maka dari itu, cara mengatasi bunga durian yang rontok karena faktor biologis yaitu dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan anjuran.

Ilustrasi tanaman durian, pohon durian. SHUTTERSTOCK/KOSOL PHUNJUI Ilustrasi tanaman durian, pohon durian.

Mengatasi bunga rontok karena faktor kimia

Penyebab bunga durian rontok juga bisa karena faktor kimia. Untuk mengatasi masalah ini, maka langkah-langkah yang bisa dilakukan, seperti berikut:

Baca juga: 4 Cara Mempercepat Pertumbuhan Durian

  • Memberikan pupuk kalium sedini mungkin sebelum tanaman berbunga dan setelah penyerbukan.
  • Mengkombinasikan pupuk kalium dengan pupuk fosfat.
  • Menjaga ketersediaan air.
  • Mengatur kelembapan tanah dan memastikan tanaman tidak tergenangi.

Itulah sejumlah tips agar bunga durian tidak rontok. Lakukan perawatan secara optimal agar bunga tidak mudah rontok dan tanaman berbuah dengan maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau