Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Pegagan, Tanaman Herbal Penuh Khasiat

Kompas.com, 25 Januari 2023, 18:10 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman herbal tahunan yang pertumbuhannya menjalar. Pegagan tumbuh subur dalam kondisi tanah dan lingkungan yang sesuai sehingga dijadikan penutup tanah.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Rabu (25/1/2023), ada dua jenis tanaman pegagan, yakni pegagan merah dan pegagan hijau. Warna pada pegagan disebabkan adanya kandungan flavonoid yang berperan dalam penentuan pigmen.

Pegagan hijau sering ditemui di daerah persawahan dan di sela-sela rumput. Lain halnya pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon dan tidak memiliki batang namun memiliki rimpang pendek.

Baca juga: Cara Menanam Temulawak, Tanaman Obat yang Kaya Manfaat

Ilustrasi tanaman pegagan (Centella asiatica).WIKIMEDIA COMMONS/USHANI THENNAKOON Ilustrasi tanaman pegagan (Centella asiatica).

Tempat yang disukai pegagan hijau yaitu tempat yang agak lembap dan terbuka maupun agak ternaungi.

Manfaat pegagan bagi kesehatan antara lain sebagai berikut.

  • Memperlancar aliran darah
  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Menyamarkan stretch mark
  • Mengoptimalkan fungsi kognitif otak
  • Meredakan kecemasan dan stres

Berikut cara menanam pegagan untuk dinikmati khasiatnya untuk kesehatan.

Baca juga: Manfaat Binahong, Tanaman Obat Kaya Khasiat Kesehatan

1. Pengolahan tanah

Pengolahan tanah dilakukan sedalam 30 cm, digemburkan dan dibersihkan dari gulma dan ranting- ranting, lalu dibuat bedengan dan saluran drainase.

2. Pembibitan

Tanaman pegagan umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan stolon atau tunas anakan, tetapi dapat pula diperbanyak dengan biji atau secara generatif.

Ilustrasi tanaman pegagan (Centella asiatica).WIKIMEDIA COMMONS/SHAHIDUL HASAN ROMAN Ilustrasi tanaman pegagan (Centella asiatica).

Benih yang akan di tanam harus sudah berstolon dengan disertai minimal dua calon tunas. Benih berasal dari induk yang telah berumur minimal setahun.

Walaupun pegagan berbiji, perbanyakan dilakukan melalui bagian stolon (vegetatif), yang disemaikan terlebih dahulu selama dua sampai tiga minggu.

Baca juga: Sering Digunakan sebagai Obat, Begini Cara Menanam Sirih yang Benar

Persemaian menggunakan polibag kecil, diisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1, diletakkan di tempat dengan naungan yang cukup dan disiram setiap hari.

3. Penanaman

Penanaman dapat dilakukan langsung di bedengan, polybag, atau pot. Penanaman dilakukan pada bedengan yang telah disiapkan dengan jarak tanam antar baris 20 sampai 30 cm, dan dalam baris 20 sampai 25 cm.

Ukuran polybag atau pot yang digunakan tidak ada patokan. Namun, kebanyakan digunakan polybag atau pot yang berdiameter sekitar 15 cm.

Sebaiknya media tanam yang digunakan mengandung bahan organik agar tanaman tumbuh subur. Setelah penanaman, selanjutnya dilakukan penyiraman.

Baca juga: Simak, Ini Gejala Defisiensi Unsur Hara Tanaman

4. Pemeliharaan

Penyiraman dapat dilakukan satu sampai dua kali sehari tergantung kondisi lahan. Pada daerah kering dapat dilakukan penyiraman paling sedikit dua kali sehari.

Ketersediaan air di media tanam sangat diperlukan terutama pada saat tanaman masih muda.

Pemberian pupuk kandang/kompos sangat dibutuhkan pada tanaman pegagan, tetapi pupuk kimia tidak dianjurkan karena dikhawatirkan disebabkan residu kimia.

Pemupukan diberikan pada awal tanam, dan pemupukan susulan disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah.

Ilustrasi tanaman pegagan (Centella asiatica).WIKIMEDIA COMMONS/SHAHIDUL HASAN ROMAN Ilustrasi tanaman pegagan (Centella asiatica).

Penyulaman dapat dilakukan pada saat berumur dua sampai empat minggu di lahan.

Baca juga: Simak, 7 Manfaat Bedengan dalam Budidaya Tanaman Hortikultura

Penyulaman harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga bibit baru yang baru disulam agar tidak mati untuk kedua kalinya dan tidak merusak tanaman yang telah tumbuh di sekitarnya.

5. Panen

Panen dilakukan setelah tanaman berumur tiga sampai empat bulan, dengan cara memangkas bagian daun dan tangkainya. Selang pemanenan dengan panen selanjutnya sekitar dua bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau