Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Bonsai Tanaman Kelapa Lengkap dengan Cara Merawatnya

Kompas.com, 13 Februari 2023, 14:50 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bonsai adalah cara pengkerdilan tanaman dengan sengaja. Ukuran tanaman bonsai lebih kecil dibandingkan dengan tanaman aslinya.

Ada banyak jenis tanaman yang bisa dibuat bonsai, salah satunya tanaman kelapa. Pembuatan bonsai kelapa sebenarnya cukup sulit, akan tetapi tetap bisa dipelajari.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (13/2/2023), berikut cara membuat bonsai tanaman kelapa dan cara perawatannya.

Baca juga: Tips Merawat Tanaman Bonsai agar Tumbuh dengan Baik

Menentukan jenis kelapa yang akan dibonsai

Sama halnya dengan tanaman lain, untuk mendapatkan bonsai kelapa yang bagus maka harus berasal dari bibit yang berkualitas. Jenis pohon kelapa yang bisa menjadi tanaman bonsai, antara lain; kelapa gading merah, kelapa gading albino, dan kelapa gading susu.

Memilih bibit

Ilustrasi tanaman bonsai kelapaShutterstock/Alessindri Ilustrasi tanaman bonsai kelapa

Bibit yang digunakan untuk membuat bonsai tanaman kelapa yaitu bibit yang sudah tua. Sebaiknya pilih buah yang sudah berakar dan berbatik kecil untuk dijadikan sebagai bibit.

Buah kelapa yang akan dijadikan sebagai bibit harus dipetik langsung dari pohonnya dan bukan yang sudah jatuh.

Baca juga: Cara Menanam Kelapa Hibrida yang Benar agar Berbuah Lebat

Meletakan batok kelapa pada posisi yang tepat

Tunas kelapa umumnya muncul di minggu ke-2 atau ke-3. Maka dari itu, penempatan bibit kelapa sebelum ditanam penting untuk diperhatikan.

Bibit yang diletakkan secara vertikal akan menghasilkan batok yang dikelilingi akar. Sedangkan bibit yang ditempatkan secara horizontal, akan menghasilkan pertumbuhan seperti keong.

Membersihkan sabut kelapa

Setelah bertunas, sabut kelapa harus dibersihkan dengan cara mengupas batok kelapa. Sayatan sebaiknya dilakukan dengan arah membujur mengitari batok kelapa. Saat melakukan pembersihkan sabut kelapa, lakukan dengan hati-hati agar pertumbuhan tunas tidak terganggu.

Membersihkan bulu halus pada batok

Bulu halus yang ada di batok kelapa juga perlu dibersihkan. Anda bisa menggunakan pisau tajam sampai bersih, lalu haluskan dengan amplas.

Menanam bibit pada media tanam

Langkah bonsai tanaman kelapa berikutnya yaitu melakukan penanaman di media tanam dari campuran tanah, air, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.

Baca juga: Cara Menanam Kelapa Kopyor yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Tanam bibit pada media tanam tersebut, lalu tutup tunas yang baru muncul dengan botol air mineral. Penanaman dilakukan secara hati-hati, supaya akar tunas tidak rusak.

Bonsai kelapaShutterstock/Yunsa Bonsai kelapa

Pembentukan bonsai tanaman kelapa

Saat tanaman bonsai sudah tumbuh sekitar 15 hingga 20 cm, lakukan penyayatan di bagian bawah supaya tidak busuk. Penyayatan dilakukan sebanyak 3 kali.

Sementara itu, untuk memperindah bentuk bonsai, ikat dengan tali kawan menyesuaikan kreativitas Anda. Pengikatan dilakukan dari ujung ranting sampai ke pangkal batang. Anda juga bisa memotong bagian yang tidak diinginkan agar bentuknya ideal.

Merawat tanaman bonsai kelapa

Perawatan bonsai tanaman kelapa antara lain; mencukupi kebutuhan air, pupuk, dan penyinaran matahari. Penyiraman dilakukan satu kali sehari sampai tanaman lemap.

Baca juga: Cara Menanam Kelapa yang Benar agar Cepat Berbuah

Pemberian pupuk dilakukan 2 minggu sekali agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Supaya bonsai terhindar dari serangan hama maupun penyakit, Anda bisa mengaplikasikan pestisida sesuai kebutuhan.

Itulah cara membuat bonsai tanaman kelapa dan cara merawatnya. Perlu diketahui bahwa tanaman kelapa bonsai ini tidak bisa berbuah seperti tanaman kelapa pada umumnya.

Tanaman ini hanya memiliki tinggi 25 sampai 100 cm, sehingga kehilangan kemampuan berbuah. Akan tetapi, tanaman ini dapat terus tumbuh sampai belasan tahun. Bentuknya yang indah dan unik juga membuat tanaman ini cocok untuk menjadi tanaman hias di rumah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau