Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Sawo dalam Pot, Mudah dan Cepat Panen

Kompas.com, 15 Februari 2023, 13:13 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman buah dalam pot atau lebih dikenal tabulampot adalah salah satu cara menanam buah pada lahan yang sempit. Jenis buah yang dapat ditanam pada tabulampot sangat beragam, salah satunya sawo.

Buah sawo dipilih karena rasanya yang manis, daging buahnya tebal, dan dapat berbuah setiap 5 bulan sekali di setiap tahunnya. Selain itu juga, buah sawo memiliki kandungan seperti vitamin A, C dan E yang baik untuk tubuh.

Menanam sawo dalam pot sebenarnya cukup mudah. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (15/2/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Menanam Buah Sawo yang Benar

Syarat tumbuh

Tanaman sawo akan tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki ketinggian hingga 900 mdpl, dengan curah hujan 1.250 sampai 2.500 mm/tahun. Sawo juga akan tumbuh dengan baik pada suhu yang tidak terlalu panas.

Jenis tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman ini yaitu tanah gembur, kaya bahan organik, dan memiliki pH 6 sampai 7.

Tanaman sawoPixabay/ignartonosbg Tanaman sawo

Pemilihan bibit

Bibit yang digunakan, sangat menentukan pertumbuhan dan buah sawo yang dihasilkan. Oleh karena itu, pilihlah jenis varietas sawo yang unggul. Varietas sawo yang unggul seperti manila kulon, manila betawi, dan sawo kecik. Pastikan Anda membeli bibit sawo di penangkar yang sudah terpercaya.

Baca juga: 6 Faktor yang Menyebabkan Tabulampot Sulit Berbuah, Apa Saja?

Media tanam dan penanaman

Menanam sawo dalam pot memerlukan media tanam yang harus diperhatikan. Hal ini bertujuan supaya tanaman mendapatkan unsur hara yang dibutuhkan. Berikut ini cara menanam buah sawo dalam pot dengan mudah. 

  • Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti pot/planter bag, cangkul, tanah, pupuk kandang dan bibit sawo.
  • Campurkan tanah dan pupuk kandang secara merata dengan perbandingan 1:1.
  • Masukkan campuran tersebut ke dalam pot yang berukuran besar atau planter bag.
  • Buatlah lubang tanam sedalam 10 sampai 15 cm.
  • Masukan bibit sawo pada lubang tanam dan tutup lubang tanam dengan tanah.
  • Lakukan pemeliharaan secara rutin.

Pemupukan

Kebutuhan unsur hara yang terkandung dalam pot terbatas. Hal tersebut karena ukuran pot yang terbatas, sehingga akar tanaman tidak dapat bergerak bebas untuk mencari air dan nutrisi.

Baca juga: 6 Buah yang Cocok Ditanam dengan Sistem Tabulampot

Oleh sebab itu, pemupukan secara rutin harus diberikan, supaya kebutuhan unsur hara selalu terjaga. Pemupukan pada tabulampot sawo, dapat menggunakan pupuk NPK yang lengkap seperti pupuk phonska.

Ilustrasi buah sawo.DOK.SHUTTERSTOCK/Edgunn Ilustrasi buah sawo.

Pemangkasan dan pruning

Cabang tanaman sawo yang terus tumbuh, harus sering dipangkas. Tujuan pemangkasan supaya tanaman tidak terlalu besar dan nutrisi dapat difokuskan untuk pembentukan buah. Selain itu, bunga yang tumbuh pada setiap cabang juga harus dikurangi.

Tujuan pruning atau pembuangan bunga ini juga sama, supaya nutrisi dapat fokus pada bunga yang dikembangkan, sehingga menghasilkan buah yang besar dan manis.

Pemanenan

Tanaman sawo dapat mulai berbuah setelah berumur 2 sampai 3 tahun setelah ditanam. Namun lama atau cepatnya tanaman sawo dapat berbuah, tergantung dari pemilihan bibit dan cara perawatan yang dilakukan.

Baca juga: Tips Menanam Buah dalam Pot agar Produktivitasnya Optimal

Buah sawo tidak dibiarkan matang di pohon, hal ini karena aroma wangi yang ditimbulkan, memancing hewan seperti kelelawar dan tupai untuk memakannya. Oleh karena itu, buah sawo dipanen saat masih mentah atau setengah matang, kemudian diperam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau