Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Tepung Darah untuk Tanaman dan Cara Menggunakannya

Kompas.com - 23/02/2023, 12:52 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman tomat yang dipasangi ajirShutterstock/Paul Maguire Ilustrasi tanaman tomat yang dipasangi ajir

2. Temukan apakah tanaman kekurangan nitrogen

Periksa apakah daunnya menguning atau layu, yang terjadi ketika nitrogen tidak mencukupi untuk menghasilkan klorofil. Tepung darah bisa sangat bermanfaat bagi tanaman yang membutuhkan banyak nitrogen, antara lain sebagai berikut.

Baca juga: 10 Jenis Pupuk Kalsium dan Manfaatnya bagi Tanaman

  • Lobak
  • Labu
  • Tomat
  • Cabai
  • Bawang
  • Sayuran seperti brokoli, kubis, kembang kol, kangkung, bayam, dan lainnya
  • Jagung
  • Selada

3. Tentukan berapa banyak tepung darah yang dibutuhkan

Saat menggunakan tepung darah, penting untuk menerapkannya dengan benar. Aturan praktis yang baik adalah menggunakan 500 gram hingga 1 kg per 9,3 meter persegi.

Yang terbaik adalah memulai dengan aplikasi yang lebih ringan, yakni 500 gram per 9,3 meter persegi sampai Anda lebih mengenal produk tersebut.

Baca juga: Mudah, Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Jantung Pisang

Tepung darah juga dapat diterapkan sebagai balutan samping, tetapi penting untuk berhati-hati dan menghindari penggunaan berlebihan.

4. Ikuti instruksi

Sebelum mengaplikasikan tepung darah ke tanaman atau tanah, penting untuk mengikuti instruksi pabriknya, karena mereka mungkin merekomendasikan untuk mencampurnya dengan tanah atau air.

Tergantung pada petunjuknya, Anda mungkin perlu mencampurkan tepung darah ke dalam beberapa inci bagian atas tanah atau mengencerkannya dengan air dan mengoleskannya ke tanaman atau tanah.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau