Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Merawat Tanaman Tomat di Musim Hujan

Kompas.com, 27 Februari 2023, 12:42 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Budidaya tomat di musim hujan tidaklah mudah. Hal tersebut dikarenakan kelembapan yang tinggi bisa meningkatkan serangan patogen penyebab penyakit.

Selain itu, curah hujan yang tinggi juga bisa menurunkan produksi tomat hingga gagal panen. Maka dari itu, perawatan tanaman tomat yang dibudidayakan saat musim hujan harus dilakukan dengan maksimal.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (27/2/2023), berikut cara merawat tanaman tomat di musim hujan yang penting untuk dilakukan.

Baca juga: Cara Menanam Tomat Servo di Musim Hujan agar Tidak Gagal Panen

1. Mengatur jarak tanam

Jarak tanam ideal yang diterapkan dalam budidaya tomat di musim hujan yaitu sekitar 50 hingga 60 cm. Pengaturan jarak tanam bertujuan agar sirkulasi udara rata dan penyinaran matahari merata hingga ke dasar tanaman. Selain itu, jarak yang cukup lebar juga berguna untuk mencegah penularan penyakit tanaman.

Ilustrasi tanaman tomat, menanam tomat. SHUTTERSTOCK/AHMAD RIDHA ASHARI Ilustrasi tanaman tomat, menanam tomat.

2. Membuat bedengan yang tinggi

Saat musim hujan, bedengan tomat dibuat lebih tinggi dibandingkan saat musim kemarau. Tujuannya agar tanaman tomat tidak tergenang air hujan.

Selain itu, bedengan yang tinggi juga berguna untuk mencegah penularan penyakit tanaman lewat tanah dan air hujan, Adapun tinggi bedengan yang ideal untuk menanam tomat di musim hujan yaitu sekitar 30 cm atau lebih.

Baca juga: Tips Menanam Tomat Saat Musim Hujan agar Tak Gagal Panen

3. Memasang mulsa plastik di atas bedengan

Cara merawat tanaman tomat di musim hujan juga bisa dengan memasang mulsa plastik. Penggunaan mulsa di atas bedengan berguna untuk menghalau air hujan agar tidak langsung mengenai media tanam. Dengan demikian, tanah tidak terlalu basah dan tidak cepat badan.

4. Mengurangi aplikasi pupuk nitrogen

Ketika musim hujan, sebaiknya tidak memberikan pupuk nitrogen terlalu banyak pada tanaman tomat. Pasalnya, kandungan nitrogen bebas ketika musim hujan sudah tinggi.

Pemberian nitrogen berlebih bisa membuat jamur patogen berkembang dengan cepat. Maka dari itu, saat musim hujan sebaiknya tidak menggunakan pupuk Urea dan ZA.

Sebagai gantinya gunakan pupuk NPK 15:15:15 sebagai pupuk dasar yang ditambah dengan pupuk TSP dan KCl.

Baca juga: 9 Tips Menanam Tomat Saat Musim Hujan agar Tidak Gagal Panen

5. Menerapkan perawatan preventif

Perawatan preventif yang penting untuk dilakukan meliputi, pengaturan sistem drainase penyiangan, dan pembumbunan. Pengaturan drainase bertujuan agar bedengan tidak tergenang saat hujan deras.

Ilustrasi tanaman tomat.PIXABAY/congerdesign Ilustrasi tanaman tomat.

Sementara itu, penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar bedengan tomat. Bersama dengan penyiangan lakukan juga pembumbunan untuk memperbaiki bedengan dan menutup akar tanaman yang muncul ke permukaan tanah.

6. Mengendalikan hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan sedini mungkin agar pertumbuhan dan produktivitas tomat tidak terganggu. Kegiatan pengendalian bisa dilakukan dengan mengaplikasikan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Akan tetapi menjelang panen, aplikasi pestisida harus dihentikan. Tujuannya agar tomat yang dihasilkan terhindar dari residu pestisida.

Baca juga: Simak, Cara Agar Buah Tomat Tidak Busuk Sebelum Dipanen

7. Mengaplikasikan pupuk kalsium

Penyemprotan pupuk kalsium pada tanaman tomat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tanaman. Dengan demikian, tanaman tomat tidak mudah terkena penyakit.

Aplikasi pupuk kalsium dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk di sekitar tanaman sebanyak 250 ml/tanaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau