Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kucai di Pekarangan Rumah, Bisa Dipanen Setelah 2 Bulan

Kompas.com - 14/03/2023, 16:08 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Penanaman

Cara menanam kucai di pekarangan rumah diawali dengan membuat lubang tanam sesuai dengan jarak yang telah ditentukan. Setelah itu, letakkan bibit pada lubang tanam dan timbun dengan tanam, lalu siram.

Penyiangan

Penyiangan atau membersihkan gulma dilakukan bersama dengan pedaringan untuk menggemburkan tanah. Selain itu, lakukan juga penimbunan di pangkal batang tanaman kucai.

Langkah ini dilakukan untuk memperoleh warna putih di batang semu kucai. Tanaman kucai berkualitas mempunyai batang semu berwarna putih dengan panjang 1/3 seluruh tanaman.

Baca juga: Cara Tanam Bawang Daun, dari Memilih Benih hingga Pascapanen

Pasalnya, batang semu yang warnanya putih memiliki rasa enak. Sedangkan batang yang berwarna hijau lebih liat sehingga kurang disukai.

Daun kucaiPixabay/rupi41 Daun kucai

Selain itu, penimbunan juga berguna untuk mencegah pembusukan batang dan daun terutama ketika tanaman kucai masih muda.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan untuk menyediakan air terutama saat musim kemarau. Sementara itu, saat musim hujan sistem drainase harus rutin dicek agar tanaman tidak tergenang akibat drainase tidak lancar.

Pemupukan

Jenis pupuk yang diberikan untuk tanaman kucai yaitu pupuk kandang dan pupuk anorganik. Pupuk kandang diberikan bersama dengan pengolahan lahan.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Seledri agar Tumbuh Subur

Sementara itu, pupuk anorganik yang diberikan yaitu Urea, KCl, dan SP-36. Pupuk Urea diberikan dua kali yaitu ketika tanaman berumur 21 hari dan 42 hari.

Pupuk SP-36 dan KCl juga diberikan dua kali sama seperti pupuk Urea. Pemupukan dilakukan dengan cara membuat larikan di kanan dan kiri tanaman.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau