Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Terong Hijau agar Pertumbuhannya Maksimal

Kompas.com, 14 Maret 2023, 19:14 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Terong hijau merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak di konsumsi di berbagai negara. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis dan biasanya tumbuh subur di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti India dan Indonesia.

Cara menanam terong hijau tidak jauh berbeda dengan jenis terong lainnya. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (14/3/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

Syarat tumbuh

Terong hijau akan tumbuh dengan baik, apabila ditanam pada tempat yang sesuai. Tempat yang sesuai untuk pertumbuhan terong hijau yaitu ketinggian tempat 100 hingga 1.500 mdpl, suhu udara 18 sampai 32 derajat Celcius, tanah yang gembur, memiliki banyak bahan organik, memiliki pH 6.0 sampai 7.0, dan air yang tersedia.

Baca juga: Cara Menanam Terong Gelatik, Bisa Panen 8 Kali

Pemilihan benih

Pemilihan benih terong hijau harus diperhatikan dengan benar. Hal tersebut karena pemilihan benih yang kurang baik, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil panen.

Tanaman terong hijauShutterstock/Aipcreative Tanaman terong hijau

Pastikan membeli benih yang unggul, adaptif, tahan hama penyakit, dan bersertifikat. Pemilihan benih terong hijau yang tepat akan membuat pertumbuhan tanaman optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.

Penyemaian benih

Setelah dilakukan pemilihan benih, cara tanam terong hijau tidak dapat langsung dilakukan. Benih harus terlebih dahulu disemai untuk dijadikan bibit.

Hal ini bertujuan supaya tanaman lebih bisa beradaptasi di lahan terbuka. Penyemaian dilakukan menggunakan tray semai yang sudah diberi media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kompos.

Baca juga: Cara Menanam Terong Belanda dengan Mudah

Masukan benih terong hijau satu persatu pada setiap lubang. Lakukan penyiraman secara rutin, dan bibit siap ditanam setelah berumur 2 hingga 3 minggu.

Persiapan lahan

Langkah budidaya terong berikutnya yaitu persiapan lahan. Adapun langkah-langkah persiapan lahan, seperti berikut:

  • Bersihkan lahan dari semak belukar, ranting kayu, dan benda lain yang mengganggu.
  • Gemburkan lahan menggunakan cangkul.
  • Buatlah bedengan dengan lebar 100 sampai 120 cm dan panjang menyesuaikan bentuk lahan.
  • Masukan pupuk kandang sebagai pupuk dasar.
  • Tutup dengan tanah dan ratakan bagian permukaannya.

Baca juga: 5 Cara Merawat Tanaman Terong agar Panennya Maksimal

Terong hijauShutterstock/warat42 Terong hijau

Penanaman

Cara tanam terong hijau diawali dengan membuat lubang tanam pada bedengan sedalam 2 hingga 3 cm. Buat lubang tanam dengan jarak 30 hingga 50 cm antar lubang tanam, kemudian masukan bibit terong hijau ke dalam lubang tanam. Tutup lubang tanam menggunakan tanah dan lakukan perawatan secara rutin.

Perawatan

Perawatan pada tanaman terong hijau meliputi:

  • Pembersihan rumput liar
  • Penyiraman secara rutin
  • Pemupukan
  • Pembuangan tunas air
  • Pemasangan ajir
  • Pengendalian hama penyakit

Baca juga: Penyebab Tanaman Terong Layu dan Cara Mengatasinya

Demikian penjelasan mengenai cara menanam terong hijau. Lakukan teknik budidaya dengan tepat agar tanaman tumbuh dengan maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau