Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Pembibitan Jambu Biji secara Generatif

Kompas.com, 15 Maret 2023, 19:14 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tahapan dalam budidaya jambu biji yaitu pembibitan. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh bibit atau tanaman muda yang sehat dan berkualitas.

Pembibitan bisa dilakukan secara generatif menggunakan biji buah jambu dari tanaman sebelumnya. Keuntungan dari perbanyakan ini yaitu mudah dilakukan, bisa menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dengan cepat, dan sistem perakarannya kokoh.

Akan tetapi, terdapat beberapa kelemahan seperti adanya perubahan sifat dari induknya dan waktu berbuahnya lama. Dikutip dari buku Petunjuk Teknis Teknologi Pembibitan Jambu Biji, Rabu (15/3/2023), berikut ini tahapan pembibitan jambu biji secara generatif.

Baca juga: 5 Varietas Jambu Biji dan Karakteristiknya

Persiapan biji

Biji yang digunakan untuk bibit diambil dari buah yang masak dari pohon. Sebelum disemai, biji jambu harus dibersihkan dari daging buahnya dan diambil yang bernas.

Ilustrasi jambu biji, pohon jambu biji.SHUTTERSTOCK/MISBA TABASAM Ilustrasi jambu biji, pohon jambu biji.

Untuk mendapatkan biji yang bernas, biji jambu bisa direndam dalam air. Biji yang diambil hanya biji yang tenggelam. Sedangkan biji yang mengapung bisa dibuang.

Menyiapkan tempat persemaian

Penyemaian biji jambu sebaiknya dilakukan di tempat yang strategis dan dekat dengan sumber air. Selain itu, tempat pembibitan juga sebaiknya diberi naungan agar bibit tidak terkena sinar matahari langsung maupun air hujan.

Maka dari itu, sebaiknya buat rumah bibit sederhana maupun permanen. Dalam rumah bibit tersebut dibuat bedengan sebagai tempat menanam biji.

Baca juga: Simak, 5 Tips agar Pohon Jambu Biji Rajin Berbuah

Proses pembibitan

Pembibitan jambu biji dilakukan dengan menaburkan biji secara merata di atas media semai. Kemudian tutup dengan media semai secara tipis.

Lakukan penyiraman secukupnya setiap hari untuk menjaga kelembapan media semai. Untuk mempercepat pembibitan, Anda juga bisa memberikan pupuk dan zat perangsang pertumbuhan.

Transplanting

Saat biji sudah tumbuh menjadi bibit dengan tinggi 5 sampai 10 cm, maka bibit bisa segera dipindahkan ke dalam polybag. Pemindahan bibit atau transplanting dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar.

Baca juga: Cara Budidaya Jambu Kristal

Media semai yang digunakan yaitu campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setelah itu, isi media semai dalam polybag dan letakkan bibit pada polybag tersebut.

Lakukan pemeliharaan seperti penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama serta penyakit secara rutin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau