Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Berkebun di Bulan Puasa, Cocok untuk Mengisi Waktu Luang

Kompas.com, 29 Maret 2023, 19:19 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan dan. Kegiatan berkebun juga dapat memberikan manfaat seperti; mengurangi stres, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kebugaran tubuh.

Selain itu, berkebun juga dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan untuk mengisi waktu luang di bulan puasa. Namun, kegiatan berkebun di bulan Ramadan memerlukan penyesuaian dengan waktu dan kondisi tubuh yang sedang menjalani ibadah puasa.

Pada artikel kali ini, kami akan memberikan beberapa tips berkebun di bulan puasa. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Cara Berkebun Bawang Putih agar Hasilnya Menguntungkan

1. Memilih jenis tanaman yang tepat

Memilih jenis tanaman yang akan dibudidayakan tidak sulit. Namun Anda harus mempertimbangkan hal-hal seperti lokasi kebun, musim tanam, dan mempertimbangkan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Selain itu, pilih tanaman yang mudah untuk dirawat.

Ilustrasi berkebun.Freepik Ilustrasi berkebun.

2. Menentukan media tanam

Media tanam merupakan tempat tumbuh dan penyedia makanan bagi tanaman. Tanaman akan tumbuh dengan subur apabila menggunakan media tanam yang tepat.

Media tanam dari bahan alami seperti campuran tanah dan pupuk kompos sangat disukai oleh tanaman. Anda dapat memasukan media tanam tersebut ke dalam polybag maupun pot tanaman.

Baca juga: Cara Menanam Mawar di Pot, Mudah dan Cepat Tumbuh

3. Perhatikan posisi tanaman

Tanaman memerlukan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Oleh karena itu, letakan tanaman pada posisi yang terkena sinar matahari langsung.

Tanaman yang ternaungi atau tidak mendapat sinar matahari, pertumbuhannya akan terganggu seperti memiliki batang yang kurus.

4. Menentukan waktu berkebun

Tips berkebun di bulan puasa selanjutnya yaitu menentukan waktu berkebun. Selama bulan puasa, energi tubuh akan menurun karena kurangnya asupan makanan dan minuman.

Untuk itu, hindari kegiatan berkebun pada waktu siang hari saat cuaca sedang terik. Lebih baik berkebun pada waktu pagi atau sore hari ketika cuaca lebih sejuk.

Ilustrasi berkebun, menanam sayuran. PEXELS/GRETA HOFFMAN Ilustrasi berkebun, menanam sayuran.

5. Memenuhi kebutuhan air tanaman

Selain membutuhkan sinar matahari untuk membuat makanan, tanaman juga memerlukan air supaya tidak layu. Pemberian air pada tanaman harus dilakukan secara rutin, terutama pada musim panas.

Pasalnya, saat musim kemarau air sangat cepat diserap oleh tanaman dan mudah menguap. Penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

Baca juga: Cara Menanam Kangkung dari Batang, Mudah dan Cepat Tumbuh

6. Berikan pupuk tanaman secara berimbang

Penambahan nutrisi ini harus dilakukan secara rutin sesuai dengan kebutuhan tanaman. Gunakanlah pupuk NPK lengkap seperti phonska.

Anda dapat menaburkannya secara langsung disekitar tanaman maupun dilarutkan terlebih dahulu menggunakan air. Kemudian siramkan pupuk pada media tanam.

7. Menjaga kebersihan kebun

Pastikan kebun tetap bersih dari sampah, rumput liar, atau daun kering yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Kondisi kebun yang kurang terawat dapat meningkatkan risiko serangan hama penyakit tanaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau