Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini 10 Bahan Alami untuk Membuat Pestisida

Kompas.com, 26 April 2023, 11:14 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pestisida adalah zat yang digunakan untuk mengatasi serangan hama dan patogen tanaman. Jenis pestisida sangat beragam.

Umumnya, petani menggunakan pestisida dari bahan kimia karena dapat mengatasi populasi organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan cepat. Akan tetapi, penggunaan pestisida kimia berlebih bisa menimbulkan beberapa dampak negatif bagi lingkungan maupun makhluk hidup.

Maka dari itu, perlu solusi alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Salah satu caranya dengan menggunakan pestisida nabati atau alami.

Baca juga: 10 Tanaman Buah yang Bisa Dijadikan Pestisida Nabati

Sesuai dengan namanya, pestisida jenis ini dibuat dari bahan-bahan alami. Selain lebih aman, pestisida nabati juga lebih mudah dibuat dan biayanya pembuatannya cukup murah, sehingga bisa menekan biaya produksi pertanian.

Ada banyak bahan alami untuk membuat pestisida. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (26/4/2023), berikut daftar bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat pestisida.

Ilustrasi tanaman adas.SHUTTERSTOCK/BARMALINI Ilustrasi tanaman adas.

1. Biji tanaman adas

Tanaman adas adalah tanaman herba tahunan yang cukup muda ditemukan di Indonesia. adas bisa dimanfaatkan sebagai bumbu rempah atau dikonsumsi sebagai lalap.

Baca juga: 27 Tanaman yang Bisa Dijadikan Pestisida Nabati

Selain itu, biji tanaman ini ternyata bisa dimanfaatkan untuk membuat pestisida organik. Biji tanaman adas dapat digunakan untuk membasmi kutu beras, serealia, dan palawija.

2. Umbi bawang

Jenis bahan alami untuk membuat pestisida lainnya yaitu umbi bawang. Jenis bawang yang dapat digunakan untuk membuat pestisida yaitu bawang merah dan putih.

Bawang merah mengandung minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, dan senyawa aktif lain yang bisa mengatasi serangan hama. Sementara itu, bawang merah mengandung senyawa aktif yang bersifat anti bakteri.

Umbi bawang diketahui bisa mengatasi batang busuk pada tanaman vanili dan hama maupun penyakit tanaman lain.

3. Rimpang alang-alang

Alang-alang diketahui mengandung alelopati yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Salah satunya untuk mengatasi antraknosa pada buncis.

Baca juga: 4 Bahan Alami yang Bisa Digunakan sebagai Pestisida Nabati, Apa Saja?

4. Biji bengkoang

Biji bengkoang juga termasuk bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat pestisida alami. Biji bengkoang bisa mengendalikan ulat pada kubis.

Ilustrasi cengkeh
PIXABAY/ABUYOTAM Ilustrasi cengkeh

5. Bunga cengkeh

Cengkeh merupakan salah satu rempah yang memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaatnya yaitu bisa mengendalikan phytophthora pada tanaman lada.

6. Batang brotowali

Tanaman brotowali diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, dan lain sebagai. Batang tanaman ini bisa mengatasi serangan lalat buah dan kutu aphids pada tanaman cabai.

Selain itu, pestisida dari brotowali juga bisa mengatasi ulat daun kubis, penggerek batang, wereng, hingga belalang.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Brotowali

7. Cabai

Cabai biasanya digunakan sebagai bumbu masakan. Cabai memiliki rasa yang pedas sehingga membuat masakan semakin sedap.

Selain menjadi penyedap makanan, cabai juga bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan hama. Salah satunya bisa mengendalikan serangan hama tikus pada tanaman hias.

8. Biji mahoni

Biji mahoni mengandung senyawa aktif saponin dan flavonoid. Cara kerja pestisida dari biji mahoni yaitu dapat menghambat makanan, menghambat perkembangan hama serangga, dan menolak hama tanaman.

Ilustrasi biji mahoniShutterstock/Lifebrary Ilustrasi biji mahoni

Biji mahoni bisa mengatasi kutu pada krisan, walang sangit, ulat tanah, hingga wereng coklat.

9. Daun pandan

Biasanya, daun pandan digunakan sebagai penyedap makanan. Daun pandan memiliki aroma yang harum, sehingga membuat makanan terasa lebih nikmat.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Daun Pandan

Selain sebagai penyedap, daun pandan ternyata dapat mengatasi hama tanaman. Salah satunya untuk mengatasi walang sangit.

10. Biji srikaya

Srikaya merupakan buah yang memiliki banyak biji. Bagian biji tanaman tersebut ternyata bisa digunakan untuk membuat pestisida alami.

Biji srikaya bisa membasmi thrips pada sedap malam dan kutu pada tanaman kacang panjang, tembakau, tanaman kapas, jagung, dan kedelai.

Itulah 10 bahan alami untuk membuat pestisida. Selain 10 bahan yang sudah disebutkan, masih ada beberapa jenis bahan lain yang dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau