Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Jenis Jambu yang Mudah Ditemukan di Indonesia

Kompas.com, 3 Mei 2023, 18:56 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jambu menjadi salah satu buah yang banyak mudah ditemui. Jenis jambu yang tumbuh di Indonesia ternyata sangat beragam.

Mulai dari jambu kristal, jambu susu, jambu bangkok, dan sebagainya. Setiap jenisnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa jenis jambu yang mudah ditemukan di Indonesia.

1. Jambu biji pasar minggu / tanjung

Jambu pasar minggu putih disebut juga dengan jambu susu. Jambu susu memiliki rasa yang manis dengan tekstur lembut.

Baca juga: Cara Menanam Jambu Jamaika, Buah Jambu yang Ukurannya Besar

Kulitnya berwarna hijau kekuningan saat matang dan bentuknya membulat ke bawah. Jambu susu putih rasanya lebih manis dibandingkan dengan jambu merah serta lebih tahan lama. Maka dari itu, banyak orang menyukai buah ini.

2. Jambu Kristal

Ilustrasi jambu kristal.SHUTTERSTOCK/JAMALUDINYUSUPPP Ilustrasi jambu kristal.

Belum lama ini jambu kristal menjadi populer di masyarakat. Hal ini dikarenakan buah ini nyaris tanpa biji, kandungan bijinya hanya sekitar 3 persen dari komposisi daging buahnya.

Jika dilihat sekilas, jambu ini memiliki bentuk seperti kristal, kulitnya berwarna hijau muda terang berlapis lilin, daging buahnya putih bersih, dan teksturnya renyah.

Namun sayangnya aroma dan rasa dari jambu ini tidak begitu kuat. Rasanya manis tipis-tipis sehingga cocok diolah bersama jenis makanan lain seperti rujak.

Baca juga: Cara Budidaya Jambu Kristal di Pot

3. Jambu sukun

Jambu sukun merupakan jenis jambu biji unggulan karena nyaris tanpa biji. Dalam satu buah paling banyak terdapat 2 sampai 3 biji saja.

Jambu ini memiliki rasa yang manis dan sedikit asam, teksturnya renyah, serta memiliki aroma harum khas jambu.Bentuknya hampir mirip dengan buah apel.

Saat sudah matang jambu sukun memiliki kulit berwarna hijau muda keputihan. Jambu ini dikenal bisa berbuah sepanjang musim. Saat ini, jambu sukun terdiri dari 2 varietas yaitu merah dan putih.

4. Jambu getas merah

Jambu getas merah dapat dikenali dari ciri fisiknya yaitu bentuk buahnya bulat dan saat matang kulitnya akan berwarna hijau kekuningan. Buah ini tidak kenal musim.

Saat matang daging buah berwarna merah terang, memiliki aroma harum yang kuat, rasanya manis dan segar. Selain dimakan langsung, jambu ini juga sering dibuat jus.

Ilustrasi jambu biji, pohon jambu biji.SHUTTERSTOCK/MISBA TABASAM Ilustrasi jambu biji, pohon jambu biji.

5. Jambu bangkok

Jambu bangkok memiliki ukuran yang besar, satu buahnya bisa mencapai berat 1 kg. Meski namanya Bangkok, jambu ini sebenarnya berasal dari pendatang Vietnam yang kemudian mulai populer di Indonesia.

Baca juga: Cara Menanam Jambu Dalhari dengan Mudah

Bentuk buahnya oval, kulitnya berwarna hijau kekuningan dengan tekstur kasar. Daging buahnya cukup tebal namun memiliki biji yang sangat banyak. Rasanya sedikit hambar, tekstur renyah, dan mengandung cukup banyak air.

6. Jambu tukan

Jambu tukan merupakan jenis jambu yang berasal dari Thailand. Jambu ini memiliki ukuran yang besar, bisa mencapai 1,7 kg per buahnya.

Meski besar, jambu ini memiliki banyak biji dengan daging buah berwarna putih kekuningan. Jambu ini dapat dikenali dengan ukurannya yang besar, bentuknya agak membulat, kulit buahnya licin, mengkilap, dan berwarna kehijauan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau