Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Sambiloto, Tanaman Herbal yang Memiliki Banyak Manfaat

Kompas.com, 6 Mei 2023, 17:43 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sambiloto adalah tanaman obat semusim yang memiliki banyak manfaat. Biasanya, bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat herbal yaitu daunnya.

Daun sambiloto bisa direbus bersama obat herbal lain seperti biji jintan. Kemudian air rebusannya diminum.

Obat herbal dari sambiloto dipercaya bisa menangkal radikal bebas, mengobati infeksi, menyembuhkan luka, hingga mengurangi gejala alergi. Manfaat yang beragam membuat banyak orang tertarik menanam tanaman ini.

Bahkan, sambiloto seringkali ditanam di halaman rumah dalam pot atau polybag. Cara menanam sambiloto tidak sulit.

Baca juga: Mengenal Sambiloto, Tanaman yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (6/5/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

Persiapan bibit

Tanaman sambiloto bisa diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek batang atau perbanyakan generatif menggunakan biji. Perbanyakan menggunakan biji lebih sering dipilih karena bisa menghasilkan bibit dalam jumlah banyak.

Ilustrasi tanaman sambiloto. SHUTTERSTOCK/YES058 MONTREE NANTA Ilustrasi tanaman sambiloto.

Akan tetapi, kekurangan dari perbanyakan ini yaitu biji memerlukan waktu relatif lama untuk bisa tumbuh menjadi bibit. Cara perbanyakan tanaman menggunakan biji cukup dengan menanam biji pada media semai dari campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah itu, lakukan penyiraman secara rutin sampai bibit tumbuh dengan baik.

Baca juga: Simak, Manfaat Daun Sambiloto untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

Cara penanaman

Setelah bibit tumbuh, langkah selanjutnya yaitu menanam bibit sambiloto di lahan. Buat terlebih dahulu lubang tanam ukuran 15 x 15 x 15 cm.

Kemudian, tempatkan bibit pada lubang tanam yang sudah dibuat. Terakhir, tutup lubang tanam dengan tanah galian dan siram dengan air secukupnya.

Pemupukan

Tanaman sambiloto akan tumbuh dengan baik jika diberi pupuk. Jenis pupuk yang diberikan bisa berasal dari bahan alami seperti pupuk kandang atau kompos.

Pemupukan bisa diberikan saat tanaman berada di fase vegetatif yaitu berumur 1 hingga 1,5 bulan setelah penanaman.

Penyulaman

Tanaman yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya tidak normal perlu diganti dengan bibit baru yang lebih sehat. Caranya dengan mencabut tanaman dan menggantinya dengan bibit baru.

Ilustrasi tanaman sambiloto, daun sambiloto.WIKIMEDIA COMMONS/H.ZELL Ilustrasi tanaman sambiloto, daun sambiloto.

Penyirangan

Gulma yang tumbuh disekitar tanaman sambiloto sebaiknya dibersihkan secara berkala. Penyiangan bisa dilakukan bersama pembumbunan untuk menutup akar tanaman yang muncul ke permukaan tanah.

Baca juga: Cara Menanam Jintan dengan Mudah dan Cepat Tumbuh

Penyiraman

Kebutuhan air tanaman sambiloto sama seperti tanaman palawija dan hortikultura. Lakukanlah penyiraman sebanyak 1 sampai 2 kali sehari di pagi dan sore hari. Intensitas penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Pengendalian hama dan penyakit

Sama halnya dengan tanaman budidaya lainnya, tanaman sambiloto juga berisiko terserang hama dan penyakit. Maka dari itu, lakukan pengendalian sedini mungkin agar tanaman sambiloto tetap tumbuh dengan baik dan bebas hama maupun penyakit.

Pemanenan

Tanaman sambiloto sudah bisa dipanen setelah berumur 3 sampai 4 bulan. Bagian yang dipanen yaitu batang dan daunnya. Kemudian cuci dan pilih batang dan daun yang tidak rusak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau