Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Timun di Musim Kemarau agar Tumbuh dengan Baik

Kompas.com, 6 Juni 2023, 14:15 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Timun termasuk jenis sayuran yang cocok ditanam di musim kemarau. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada wilayah yang beriklim panas.

Sementara itu, penanaman timun di lahan beriklim basah sebaiknya dilakukan di musim kemarau. Pasalnya, tanaman timun tidak tahan terhadap hujan lebat.

Selain memperhatikan syarat tumbuh, teknik budidaya juga perlu diperhatikan dengan benar. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (6/6/2023), berikut ini cara menanam timun yang benar.

Baca juga: Cara Menanam Timun di Polybag, Bisa Panen Berulang Kali

Pengelolaan lahan

Menanam timun di musim kemarau diawali dengan menyiapkan lahan terlebih dahulu. Pilihlah tanah yang ringan di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung karena tanaman timun menyukai iklim panas.

Ilustrasi mentimun, menanam mentimun. SHUTTERSTOCK/DARYA KOMAROVA Ilustrasi mentimun, menanam mentimun.
Tanah kemudian dibajak dan diratakan. Saat pengolahan lahan, berikan juga pupuk kompos. Lalu, buat aluran dangkal berjarak 120 sampai 150 cm.

Penanaman

Penanaman timun bisa dilakukan menjelang kemarau. Cara menanam timun dilakukan dengan meletakkan biji pada alur yang sudah dibuat. Kemudian tutup dengan tanah agar biji bisa cepat tumbuh.

Penyiraman

Meskipun menyukai cuaca panas, namun tanaman timun tetap memerlukan air untuk menunjang pertumbuhannya. Maka dari itu, jangan lupa untuk menyiram tanaman timun terutama di awal penanaman. Akan tetapi, penyiraman tidak boleh berlebih karena terlalu banyak air bisa membuat tanaman busuk.

Baca juga: Cara Menanam Timun Suri Hidroponik dengan Sistem Fertigasi

Pemangkasan dan penyiangan gulma

Saat tanaman berumur 3 minggu, gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman perlu disiangi atau dibersihkan. Sementara itu, tanaman mentimun yang daunnya terlalu rimbun juga perlu dipangkas dengan cara memotong ujung daun dan meninggalkan 3 sampai 4 helai daun saja. Kegiatan pemamgkasan akan membuat tanaman lebih mudah bercaban dan cepat berbuah.

Memasang ajir

Tanaman timunPixabay/Sweetaholic Tanaman timun

Timun termasuk tanaman yang tumbuh menjalar, maka dari itu budidaya timun membutuhkan ajir atau lanjaran yang terbuat dari kayu maupun bilah bambu. Cara pemasangan ajir cukup dengan menancapkan ajir di samping tajuk tanaman. Pemasangan ajir harus hati-hati agar tidak merusak akar.

Pemupukan

Pemberian pupuk akan membuat tanaman tumbuh dengan baik. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman mulai berbunga.

Baca juga: Cara Menanam Timun Hidroponik, Bisa Dilakukan di Lahan Sempit

Selanjutnya, pemupukan kedua dilakukan 2 hingga 3 minggu kemudian. Pupuk diberikan 75, sampai 1 com di sekitar tanaman dan dibenamkan selama kurang lebih 5 cm.

Panen

Tanaman timun mulai bisa dipanen setelah berumur 1,5 bulan. Lamanya pemanenan kurang lebih 1 bulan untuk jenis timun watang dan untuk jenis poan baru bisa dipanen setelah berumur 3 bulan. Buah timun tidak boleh dipanen terlalu tua karena warnanya menjadi pucat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau