Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Tanaman Miana di Pot, Bisa Dipanen Setiap 2 Minggu Sekali

Kompas.com, 11 Juni 2023, 16:56 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman miana dikenal juga dengan nama tanaman sayur bulunangko atau mayanan. Tanaman ini masih satu keluarga dengan tanaman sage.

Daun miana berasal dari Afrika yang mempunyai iklim tropis dan beberapa negara di wilayah Asia. Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi tempat terbaik untuk menanam miana.

Tanaman miana ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satu manfaatnya yaitu untuk mengendalikan tekanan darah tinggi.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, daun miana juga banyak diolah menjadi kuliner tradisional. Akan tetapi, tanaman miana yang banyak dikonsumsi yaitu daun miana yang diolah dalam makanan khas Toraja.

Baca juga: Cara Menanam Sirih, Tanaman Obat dengan Beragam Khasiat

Manfaat yang beragam membuat banyak orang tertarik untuk menanam tanaman miana. Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (11/6/2023), berikut ini cara menanam tanaman miana di pot atau planter bag.

Daun miana yang kaya manfaatShutterstock/Johansyah Syafri Daun miana yang kaya manfaat

Persiapan media tanam

Media tanam yang digunakan untuk menanam daun miana harus mudah menyerap air. media tanam bisa terbuat dari campuran kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1.

Menyiapkan pot tanam

Pot yang digunakan untuk menanam miana bisa disesuaikan dengan ukuran dan tinggi tanaman. Jika tanaman miana memiliki ukuran 15 cm, maka pot yang digunakan berukuran 15 x 15 cm. Selain memperhatikan ukurannya, pastikan juga pot memiliki lubang di bagian bawah agar drainase tetap lancar.

Pembibitan

Bibit tanaman miana bisa diperoleh dengan cara stek. Caranya cukup dengan memotong batang miana, kemudian dicelupkan dalam air dan rendam selama 10 hingga 14 hari. Perendaman akan membuat stek miana cepat mengeluarkan akar.

Baca juga: Mengenal Tanaman Adam Hawa, Tanaman Hias yang Bisa Menyerap Polutan

Penanaman di pot

Setelah muncul akar, pindahkan bibit miana ke dalam pot yang sudah berisi media tanam. Kemudian, letakkan pot berisi tanaman miana muda di tempat bersuhu 23 derajat Celcius selama 5 hingga 7 hari.

Jika sudah beradaptasi, maka tanaman perlu dijemur selama 2 hingga 3 jam. Tanaman harus terkena sinar matahari pagi dan sore hari.

Penyiraman dan pemupukan

Ilustrasi menanam tanaman mianaShutterstock/El Fithni Ilustrasi menanam tanaman miana

Penyiraman setidaknya dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, kecuali saat musim hujan. Sementara itu, pada tanaman baru di stek jangan berikan pupuk secara langsung karena tanaman belum tumbuh maksimal. Pemupukan baru dilakukan minimal 1 bulan setelah stek.

Pemangkasan

Daun miana sebaiknya rutin dipangkas, setidaknya seminggu sekali atau saat daun tumbuh terlalu lebat. Tak hanya daun, cabang ranting juga perlu dipangkas.

Baca juga: 15 Tanaman Herbal yang Bisa Dijadikan Teh, Bermanfaat untuk Kesehatan

Singkirkan juga bunga kecil yang tumbuh di tanaman tersebut. Tujuannya agar nutrisi yang diberikan berfokus pada pertumbuhan daun dan batang.

Panen

Daun miana yang akan dikonsumsi bisa dipanen setiap 2 minggu sekali. Meskipun demikian, frekuensi pemanenan tergantung pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Semakin produktif, maka semakin sering tanaman miana bisa dipanen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau