Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pestisida dari Kecubung, Bisa Kendalikan Wereng

Kompas.com, 12 Juni 2023, 19:56 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecubung merupakan tanaman perdu tingginya sekitar 0,5 hingga 2 meter. Tanaman ini dapat hidup di dataran rendah hingga 800 meter di atas permukaan laut.

Sejauh ini, kita mengenal kecubung sebagai tanaman yang buahnya bisa memabukan dan menyebabkan halusinasi. Hal inilah yang membuat tanaman ini jarang dibudidayakan karena dinilai tidak bermanfaat.

Padahal, kecubung bisa diolah menjadi pestisida nabati. Daun dan buah kecubung diketahui ampuh untuk mengusir beberapa hama, terutama dari kelompok serangga.

Baca juga: Mudah, Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Gamal

Hama apa saja yang bisa diatasi dengan kecubung? Dan bagaimana cara membuat pestisida dari kecubung? Temukan jawabannya pada ulasan berikut ini.

Hama dan patogen sasaran pestisida dari kecubung

buah kecubungShutterstock buah kecubung

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (12/6/2023), daun kecubung diketahui bisa mengendalikan virus pada timun, virus mosaik pada tembakau, virus cincin tembakau, dan lain sebagainya.

Sementara itu, buah kecubung dapat mengendalikan Aphis gossypii, wereng, walang sangit, dan lain sebagainya. Daun dan bijinya juga dapat dimanfaatkan sebagai rodentisida untuk mengendalikan tikus. Ekstrak biji kecubung juga bisa mengendalikan hama Plutella xylostella.

Cara membuat pestisida dari kecubung

Sebanyak 2 butir buah kecubung dan 1 kilogram buah tuba direbus dalam air mendidih, kemudian disaring. Setiap 1 liter air rebusan dicampur dengan 16 liter air dan semprotkan ke tanaman yang terserang wereng.

Baca juga: Begini Cara Membuat Pestisida Organik dari Daun Sirih dan Daun Pepaya

Sementara itu, untuk mengendalikan walang sangit buah kecubung sebanyak 2 butir dan 1 kilogram brotowali direbus dalam 16 liter air. Lalu, air hasil rebusan disemprotkan ke tanaman yang terserang walang sangit.

Untuk mengendalikan hama Plutella xylostella pada kubus cukup haluskan 1/5 kilogram daun atau biji kecubung. Kemudian, rendam dalam 1 liter air dan tambahkan 1 gram deterjen atau sabun colek.

Diamkan campuran tersebut selama 24 jam, lalu saring. Campurkan larutan tersebut dengan air agar konsentrasinya menjadi 1 persen atau dalam 10 mililiter larutan pestisida dicampur dalam 1 liter air. Terakhir, aplikasikan ke tanaman.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Varietas Tanaman
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Tips
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Aroma Kopi Jawa Timur: Potensi dari Lereng Ijen hingga Lembah Argopuro
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau