Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Jenis Jagung Hibrida yang Ada di Indonesia, Apa Saja?

Kompas.com, 21 Juni 2023, 12:25 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jagung hibrida adalah jenis jagung yang dari proses penyerbukan yang sudah diidentifikasi oleh ketua jantan dan betina. Jagung hibrida dihasilkan dari persilangan tetua yang memiliki sifat unggul.

Maka dari itu, varietas jagung hibrida juga memiliki sifat unggul seperti tanaman induknya. Hal tersebut membuat kapasitas produksi tanaman ini menjadi tinggi, bahkan bisa mencapai 8 hingga 12 ton per hektare.

Sifat unggul tersebutlah yang menjadi salah satu alasan jagung hibrida masih terus dikembangkan hingga kini. Menurut penjelasan di situs Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area, Rabu (21/6/2023), persilangan jagung hibrida terbagi menjadi tiga jenis, seperti berikut:

Baca juga: Cara Menanam Jagung Hibrida

1. Persilangan tunggal

Persilangan ini dibentuk dengan cara menyilangkan dua tetua yang disilangkan. Hibridan berjenis kelaim tunggal mempunyai kemampuan besa untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Ilustrasi budidaya jagungSHUTTERSTOCK/TON PHOTOGRAPHER 4289 Ilustrasi budidaya jagung

Jenis hibrida tunggal pertama yang dikenalkan yaitu IP. Jenis jagung hibrida ini dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dan diterbitkan pada tahun 1985. Varietas ini diketahui mampu menghasilkan rata-rata 5 ton/ha.

Sementara itu, varietas hibrida tunggal yang diperkenalkan oleh Balitbangtan yaitu Bima 1. Varietas ini dikeluarkan pada tahun 2001. Kini, pembentukan varietas jagung hibrida biasanya menggunakan persilangan tunggal.

Persilangan tunggal jagung Balitbangtan yang masih digunakan yaitu JH 37 dan NASA 29.

Baca juga: Varietas Jagung Hibrida, Apa Saja dan Keunggulannya?

2. Persilangan ganda

Jenis jagung hibrida lainnya yaitu persilangan ganda. Varietas ini terbuat dari dua persilangan tunggal dan empat galur yang berbeda dan produktivitas tinggi.

Persilangan multi tanaman ini menghasilkan tanaman yang produktivitasnya lebih rendah dan fenotipe tanaman kurang seragam jika dibandingkan dengan persilangan tunggal.

Hibrida ganda pertama dirilis oleh PT. Pioneer pada tahun 1991 sebagai Pioneer 3. Varietas ini mampu memberikan hasil rata-rata 6 ton/ha.

3. Hibrida tiga arah

Hibrida tiga arah adalah variasi dari persilangan tunggal yang lebih banyak beredar di pasaran. Pembentukan kembar tiga menggunakan persilangan sederhana dan perkawinan sedarah.

Jenis jagung hibrida ini pertama kali dikenalkan oleh Pt. Pioneer pada 1985 sebagai Pioneer 1. Varietas ini mampu menghasilkan jagung rata-rata 5,5 ton/ha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau