Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Seledri Hidroponik, Bisa Dipanen Berulang Kali

Kompas.com, 8 Juli 2023, 10:12 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Seledri termasuk jenis sayuran yang banyak digemari. Seledri bisa dimanfaatkan sebagai sayuran maupun obat herbal.

Maka dari itu, seledri menjadi sayuran yang banyak dibudidayakan. Bahkan, sayuran ini bisa ditanam dengan sistem hidroponik.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (8/7/2023), berikut ini cara menanam seledri hidroponik dengan mudah

Siapkan bibit seledri

Bibit seledri bisa diperoleh dari biji atau anakan. Untuk bibit anakan bisa diperoleh dari toko tanaman atau pasar.

Baca juga: Cara Semai Seledri yang Benar agar Cepat Tumbuh

Namun, pastikan anakan seledri sehat dan tidak cacat. Kemudian, pisahkan anakan secara hati-hati untuk meminimalisir kerusakan akar.

Ilustrasi seledri.PIXABAY/ERIC CHEN Ilustrasi seledri.

Sementara itu, bibit yang dari biji perlu kegiatan penyemaian terlebih dahulu. Adapun cara penyemaian biji seledri, seperti berikut:

  • Rendam biji seledri selama kurang lebih 1 jam.
  • Kemudian, pilih biji yang tenggelam dan buang biji yang mengapung.
  • Siapkan netpot berisi sumbu kain flanel, lalu masukkan arang sekam dalam netpot dan basahi dengan air.
  • Tempatkan benih di netpot. Dalam 1 netpot diisi 2 sampai 5 biji seledri.
  • Tunggu beberapa hari sampai biji tumbuh menjadi bibit atau tanaman muda.

Cara menanam seledri hidroponik

Sebelum mulai penanaman, siapkan terlebih dahulu nutrisi hidroponik, pipa paralon, toples, botol atau ember bekas. Kemudian, lubangi pipa paralon untuk meletakkan netpot.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Seledri agar Tumbuh Subur

Lalu, tutup kedua ujung pipa dengan penutup atau styrofoam supaya nutrisi tidak tumpah. Larutkan nutrisi AB mix sebanyak 5 ml dalam 1 liter air.

Selanjutnya, isi paralon dengan nutrisi sebanyak 1260 sampai 1689 ppm dengan pH 6,5. Letakkan netpot yang sudah berisi benih ke dalam lubang paralon.

Kemudian, rapikan paralon dalam rak. Buat naungan agar tanaman terhindar dari penyinaran matahari langsung. Seminggu kemudian, naungan perlahan dibuka agar tanaman terkena sinar matahari.

Pemeliharaan tanaman

sayuran seledrijackmac34 sayuran seledri

Ketersediaan nutrisi dalam sistem hidroponik harus terjaga agar tanaman tumbuh dengan baik. cek kondisi paralon, apabila nutrisi berkurang sebaiknya segera ditambahkan.

Baca juga: Penyebab Akar dan Batang Seledri Busuk serta Cara Mengatasinya

Tingkatkan ppm nutrisi seiring dengan pertumbuhan tanaman. Namun, jangan sampai larutan menyentuh netpot, sebaiknya beri jarak sekitar 1 cm di bawah netpot.

Lakukan juga pengendalian hama dan penyakit agar tanaman seledri tumbuh sehat. Pengendalian organisme pengganggu tanaman bisa dikendalikan dengan cara mengambil hama yang menyerang dan membuang bagian tanaman yang bergejala. Selain itu, bisa juga dikendalikan dengan mengaplikasikan pestisida nabati.

Panen seledri

Seledri hidroponik bisa dipanen saat tanaman berumur 1 sampai 1,5 bulan setelah tanam. Pemanenan bisa diulang setiap 5 sampai 6 hari sekali.

Cara panen seledri hidroponik yaitu cabut tanaman seledri dari netpot. Kemudian, pipa paralon dan netpot dicuci sampai bersih. Anakan seledri bisa ditanam kembali dengan cara yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau