Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Rumput Raja dan Perawatannya

Kompas.com, 17 Juli 2023, 15:38 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumput raja adalah jenis rumput unggulan yang bisa menjadi pakan ternak. Rumput raja atau king grass merupakan rumput hasil persilangan antara rumput gajah dengan Pennisetum typhoides.

Ciri rumput raja yaitu memiliki umur panjang, tumbuh tegak, bentuk rumpun, perakaran dalam. tingginya mencapai 4 meter. Rumput ini juga memiliki batang yang tebal dan daunnya lebar serta panjang.

Kandungan nutrisinya cukup lengkap, sehingga bisa menjadi pakan untuk penggemukan ternak ruminansia seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Keunggulan lain dari rumput ini yaitu cepat panen dan tahan kering.

Baca juga: Cara Menanam Rumput Pakchong untuk Pakan Ternak

Cara menanam rumput raja

Ilustrasi tanaman rumput odotPixabay/Hans Ilustrasi tanaman rumput odot

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (17/7/2023), penanaman rumput raja bisa dilakukan dengan cara stek atau sobekan. Batang tanaman rumput raja yang distek sebaiknya berumur tua sekitar 8 bulan, panjang stek 25 sampai 30 cm, dan memiliki dua mata tunas.

Penanaman menggunakan stek harus memperhatikan letak tunas, pastikan tunas tidak terbaik. Cara menanam rumput raja dari stek yaitu cukup dengan menancapkan setengah stek secara tegak lurus atau miring dengan jarak tanam 1 x 1 m.

Jika penanaman menggunakan sobekan, maka pilih rumput muda yang tingginya 20 hingga 25 cm. Kemudian tanam bibit rumput dalam lubang tanam sedalam 20 cm.

Perawatan

Pertumbuhan rumput raja akan semakin maksimal apabila diberi pupuk secara rutin. Kebutuhan pupuk untuk tanaman ini cukup tinggi dibandingkan dengan jenis pupuk lain.

Baca juga: Cara Budidaya Rumput Setaria, Pakan Tenak yang Bernutrisi

Pemupukan pertama dilakukan saat pengolahan lahan. Selain itu, berikan pupuk Urea pada saat tanaman berumur 2 hingga 3 minggu sebanyak 100 kg/ha.

Interval pemupukan urea dilakukan setiap rumput selesai dipotong. Pemupukan ulang dengan pupuk kandang, KCl, dan TSP diberikan setiap tiga kali setelah panen. Selain pemupukan, lakukan juga penggemburan, pembumbunan tanah, dan penyiraman secara rutin.

Panen

Tanaman rumput raja dipanen saat berumur 90 hari. Pemanenan berikutnya dilakukan setelah 50 hari saat musim hujan dan 60 hari saat musim kemarau.

Cara panen rumput raja yaitu dengan memotong rumput 15 hingga 20 cm dari permukaan tanah. Setelah berumur 3 sampai 4 tahun, lakukan peremajaan tanaman agar pertumbuhannya maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau